Faktual dan Berintegritas


PADANG -- Para Aparatur Sipil Negara (ASN), relawan kebencanaan dan masyarakat berjibaku membersihkan sisa-sisa banjir bandang di Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (10/1). Kegiatan gotong royong massal itu dihadiri Wali Kota Fadly Amran.

Wali Kota Fadly Amran menyempatkan berdialog langsung dengan warga terdampak bencana banjir bandang di kawasan itu untuk memastikan bahwa yang bersangkutan sudah terdaftar sebagai penerima bantuan. "Jadi ada bantuan perbaikan rumah hingga Rp60 juta untuk kategori rusak berat, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp15 juta untuk rusak ringan," kata Fadly Amran kepada salah seorang warga yang rumahnya terdampak akibat meluapnya Batang Kuranji. 

Lebih lanjut Fadly Amran juga menjelaskan bahwa akan dilakukan penetapan Zona Merah atau zona berbahaya di beberapa kecamatan terdampak bencana, terutama di sepanjang aliran sungai.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa di masa depan. Penetapan akan dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pihak ahli agar memiliki landasan hukum dan ilmiah yang kuat. 


Pemko Padang, kata dia, sudah menyiapkan  solusi bagi warga yang rumahnya terdampak. Mulai dari menempati Huntara serta pembangunan hunian tetap (Huntap) di tiga lokasi strategis pembangunan. Tiga kawasan itu antara lain​ Balai Gadang dan Simpang Haru yang bisa menampung sekitar 230 unit rumah.

Sementara untuk ​kawasan Pauh, Pemko Padang tengah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 4 hektar yang diproyeksikan mampu menampung hingga 500 unit rumah.

"Jadi tolong didiskusikan lagi di keluarga. Kalau memang mau ambil Huntap yang akan kita bangunkan, rumah di sini tidak boleh lagi asa bangunan. Kalau untuk kebun silahkan," terang Fadly Amran yang disambut anggukan warga. 

Pemko Padang juga memastikan bahwa skema bantuan finansial dari pusat telah mulai disalurkan kepada warga yang berhak. Bantuan tersebut meliputi ​Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp500.000 per bulan dari BNPB untuk biaya sewa rumah.

Kemudian ​bantuan sosial dari Kemensos meliputi biaya hidup, uang dapur, serta kebutuhan pendidikan anak-anak terdampak yang dijadwalkan cair dalam waktu dekat.

"​Jadi tolong Pak Lurah dan Camat pastikan warga kita yang terdampak di sini sudah terdata semu," kata Fadly Amran yang pada kesempatan itu juga didampingi Kepala BPBD dan Dinas PUPR Kota Padang. 

Untuk pelaksanaan goro di kawasan Pasa Lalang juga menurunkan alat berat yang difokuskan untuk memperbaiki aliran sungai setempat, sehingga ketika nanti terjadi hujan deras maka luapan air bisa diminimalisir. (tf/dkf)
 
Top