PADANG -- Wali Kota Padang, Fadly Amran, memaparkan kondisi kerusakan Kota Padang dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Finalisasi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan itu digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (8/1).
Rakor strategis ini dibuka Sekretaris Utama (Sestam) BNPB, Rustian, dan dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi, unsur Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Sumbar.
Fadly Amran menyampaikan bahwa berdasarkan pemutakhiran data dan kajian teknis terbaru, estimasi kebutuhan penanganan rehab-rekon pascabencana diperkirakan mencapai angka Rp 5,5 triliun.
Peningkatan kebutuhan anggaran ini menurutnya, dipicu oleh masuknya program pengelolaan sumber daya air, termasuk pembangunan check dam, sabo dam, serta pengamanan daerah aliran sungai sebagai langkah mitigasi bencana berkelanjutan.
“Berdasarkan hasil diskusi bersama para tenaga ahli, total kerusakan dan kerugian yang tercatat mencapai sekitar Rp 5,5 triliun, dengan rincian kebutuhan di sektor perumahan sekitar Rp 2,4 triliun, infrastruktur Rp 2,7 triliun, ekonomi Rp 154 miliar, sosial Rp 93 miliar, dan lintas sektor sekitar Rp 140 miliar,” ujar Fadly Amran. (*)