Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari foto bersama Ketua Yayasan Lumbung Pangan Indonesia Wida Septarina.

JAKARTA — Sebanyak 1,3 miliar ton makanan sisa terbuang setiap tahun di dunia. Sementara, di lain pihak beratus juta orang merasakan kelaparan setiap hari. Miris, memang!

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Peduli pusat dan daerah siap  bersinergi dengan Yayasan Lumbung Pangan Indonesia atau Foodbank of Indonesia di bidang sosial. Tujuannya untuk membantu keadilan akses pangan dan mengurangi makanan yang terbuang di Indonesia.

Hal itu diungkapkan M. Nasir, Ketua PWI Peduli saat berbincang tentang kegiatan sosial di bidang pangan bersama Ketua Yayasan Lumbung Pangan Indonesia Wida Septarina, di Kantor PWI, Gedung
Dewan Pers Lantai 4, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (9/9).

Hadir dalam sharing pengalaman itu, para pengurus PWI Peduli dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Pusat Indah Kirana.

Wida Septarina menuturkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan, makanan yang terbuang mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Seperempat dari makanan yang terbuang itu cukup untuk memberi makan 870 juta orang kelaparan di dunia.

Ini fakta mengejutkan terkait limbah sampah yang dihasilkan di seluruh dunia. Di Indonesia, makanan yang terbuang  merupakan permasalahan besar. Misalnya, produksi sampah di Provinsi DKI Jakarta.

Data Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, setiap harinya ada 7.500 ton sampah yang diangkut, dan sekitar 54 persen dari sampah itu adalah sampah makanan yang sudah dikonsumsi maupun saat diproduksi. Lebih parah lagi, Indonesia  menempati urutan kedua setelah Arab Saudi yang tercatat paling besar membuang makanan di dunia, padahal masih banyak yang kelaparan.

Ke depannya, terkait aksi sosial, Wida Septarina siap berkolaborasi dengan  PWI Peduli untuk mendesain program-program kegiatan sosial. (rel)
 
Top