Faktual dan Berintegritas


PASBAR, SWAPENA -- Gempa bumi yang mengguncang Pasaman Barat dan Pasaman dengan kekuatan 6,2 Skala Richter telah mengakibatkan korban meninggal dunia sementara ini 10 orang, ratusan orang luka-luka, merusak ratusan rumah, dan tanah longsor telah menimbun sawah dan badan jalan.

Kepedulian semua pihak berdatangan dari berbagai penjuru. Ketua Umum LKAAM Sumbar Dr. H. Fauzi Bahar, Msi Datuak Nan Sati hari Sabtu (26/2) malam menyerahkan bantuan 100 kilogram rendang yang siap konsumsi untuk korban gempa bumi Pasaman Barat.

Penyerahan dilakukan langsung kepada Bupati Pasaman Barat Drs. H. Hamsuardi di Posko Utama Simpang Empat. Fauzi Bahar didampingi oleh Pengurus LKAAM Sumbar antara lain Ketua I Laksma (Purn) Hargianto Dt. Bagindo Malano Nan Hitam, Ketua Biro Advokasi Adat, Syarak dan Perundangan Dr (Cand) Ibrani, SH.MH Dt. Tianso dan Biro Humas LKAAM Sumbar Sidi Gusfen Khairul.

Bantuan rendang yang diserahkan Ketua LKAAM Sumbar ini berasal dari Keluarga Besar LKAAM dan bantuan dari Ketua Gebu Minang Oesman Sapta Odang. "Insya Allah akan ada bantuan tahap berikutnya kepada korban gempa bumi Pasaman Barat dan Pasaman Timur ini dari LKAAM Sumbar," kata Fauzi Bahar, mantan Walikota Padang dua periode ini.

Diharapkannya, masyarakat di kabupaten/kota Sumatera Barat, termasuk yang berada di perantauan menggalang bantuan untuk korban gempa bumi Pasaman Barat dan Pasaman. "Kebersamaan masyarakat Minang yang sudah terkenal sejak lama terbukti dengan ungkapan barek sapikua ringan sajinjiang, karenanya mari kita wujudkan ungkapan itu untuk membantu dunsanak kita yang sedang ditimpa bencana," kata Fauzi Bahar lagi.

Himbauan Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar ini tidak saja pada masa tanggap darurat ini saja, tetapi juga pada saat masa rehab rekon nanti. "LKAAM Sumbar juga sedang menghimpun donasi, mudah mudahan nanti dananya kita bisa bangunkan sebuah mesjid," kata Fauzi Bahar berharap.

Bupati Pasaman Barat Drs. Hamsuardi tidak bisa menyembunyikan rasa harunya atas datangnya bantuan dari berbagai pihak yang tanpa henti ke Posko Utama Gempa Bumi di  Simpang Empat. Hingga tengah malam pun bantuan dengan berbagai jenis, baik makanan instan, vitamin maupun peralatan rumah tangga terus tiba.

"Alhamdulillah bantuan terus mengalir. Ini membuktikan kami tidak sendiri, tetapi memiliki dunsanak yang banyak. Masyarakat korban gempa masih membutuhkan banyak bantuan, baik itu bahan pangan maupun selimut, tikar, tenda, pempers dan peralatan bayi," kata Bupati Hamsuardi yang didampingi Wabup Risnawanto.

Sampai Sabtu malam, 6.000 orang lebih masyarakat Pasaman Barat berada di pengungsian, ada yang di mesjid, kantor pemerintahan, tenda yang didirikan di lapangan. Masing-masing tempat pengungsian sudah dibentuk Posko yang mengurus bantuan ke Posko Utama di rumah dinas Bupati Pasaman Barat.

"Kami harapkan para korban gempa bumi, khususnya para pengungsi untuk dapat bersabar. Tidak semua permintaan pengungsi bisa dipenuhi oleh Posko karena jumlah bantuan yang terbatas," kata Hamsuardi meminta pengertian para pengungsi yang memenuhi halaman rumah dinas Bupati hingga tengah malam. (rl)

 
Top