Faktual dan Berintegritas


PADANG, SWAPENA -- Menghadapi kompetisi dunia kerja serta persaingan global yang semakin tinggi, dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan bisa dihandalkan. Dalam rangka menjawab itu semua, dunia pendidikan menjadi sektor paling penting untuk dikembangkan.

Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, dalam sambutannya saat Wisuda ke-71, Pasca Sarjana, Sarjana dan Diploma, Periode II Tahun Akademik 2021/2022, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), di Convention Hall Prof. Dr. Syafii Maarif, Minggu (6/11).

Wisuda yang diselenggarakan UMSB menurut gubernur merupakan wujud dari upaya dunia pendidikan menghadirkan SDM yang berkualitas.

"Selamat atas wisudawan dan wisudawati. Wisuda ini bahagian dari upaya menghadirkan SDM yang berkualitas. Dengan wisuda hari ini berarti bertambah orang hebat di Sumbar," ujar gubernur

Kepada wisudawan, gubernur mengajak untuk terus meningkatkan kompetensi dan inovasi sehingga bisa bersaing dan turut berkontribusi untuk kemajuan daerah.

Rektor UMSB, Dr. Riki Saputra, sebelumnya menyampailan, jimlah wisudawan untuk periode II berjumlah 583 orang yang dibagi menjadi dua sesi wisuda. 

Kepada wisudawan, Rektor menyampaikan selamat dan berpesan untuk tidak berhenti belajar.

"Orang pintar itu milik masa lalu, sedangkan masa depan dimiliki orang yang selalu belajar tanpa kenal menyerah. Jangan berputus asa, teruslah berjuang," ujar Rektor.

Hal senada juga disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, M.Pd. Menurutnya, wisuda adalah pintu gerbang masa depan. Banyak tantangan untuk menjadi pemenang menghadapi tantangan tersebut. 

"LLDIKTI berharap wisudawan bisa lebih berinovasi dan berprestasi sehingga berkontribusi pada kemajuan daerah dan nasional," harap Afdalisma.

Turut hadir Anggota Komisi V DPR RI Athari Gauthi Ardi yang memberika orasi Ilmiah tentang peranan pemuda dalam pembangunan nasional.

Athari mengajak para wisudawan untuk konsisten dan gigih dalam menghadapi globalisasi saat ini. Ia juga mengingatkan untuk berkolaborasi karena dunia saat ini suka tak suka, mau tak mau harus berkolaborasi. (kmf)

 
Top