Faktual dan Berintegritas


BATUSANGKAR -- Menjelang pelaksanaan groundbreaking pembangunan Sekolah Rakyat (SR), Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra dan Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra meninjau lokasi sekolah itu di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Selasa (25/8).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Prokopim, Kepala Bagian Umum, Camat Tanjung Baru, Wali Nagari Tanjung Alam serta jajaran terkait lainnya.

Bupati Eka Putra mengatakan, berbagai persiapan pembangunan Sekolah Rakyat terus dilakukan, termasuk penyediaan akses jalan menuju lokasi sekolah.

“Alhamdulillah, untuk persiapan groundbreaking, akses jalan dari jalan utama menuju lokasi Sekolah Rakyat dengan lebar tujuh meter dan panjang sekitar 1.600 meter sudah selesai pembebasan lahannya. Saat ini proses pembangunannya juga sudah mulai dilakukan,” ujar Eka Putra.

Ia menambahkan, penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat juga telah rampung. Lahan seluas kurang lebih 23 hektare tersebut merupakan hibah dari keluarga besar Doni Oskaria, yang saat ini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara.

“Alhamdulillah, keluarga besar Bapak Doni Oskaria telah menghibahkan lahan seluas 23 hektare kepada Pemerintah Daerah untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan ini kemudian kami serahkan untuk dilakukan perencanaan oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial,” katanya.

Menurut Eka Putra, perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat saat ini juga telah dilakukan, termasuk penyusunan desain dan gambar bangunan yang disesuaikan dengan kondisi serta luas lahan yang tersedia.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat di Tanjung Alam diproyeksikan menjadi salah satu Sekolah Rakyat terbesar di Indonesia. Selain ruang belajar, kawasan tersebut nantinya dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti asrama atau tempat tinggal bagi siswa dan guru, fasilitas olahraga, fasilitas kesehatan, tempat ibadah hingga kantin.

“Anak-anak yang bersekolah di sini nantinya tidak dikenakan biaya. Semuanya ditanggung pemerintah, mulai dari pakaian, perlengkapan sekolah seperti buku dan kebutuhan lainnya. Jadi, anak-anak nantinya datang ke sekolah hanya membawa pakaian yang melekat di badan karena seluruh kebutuhannya sudah ditanggung pemerintah,” jelasnya.

Terkait calon peserta didik, Eka Putra menyebutkan bahwa penerima manfaat utama Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Apabila masih terdapat kuota, peserta didik dari kategori desil 3, 4, dan 5 dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan Kementerian Sosial. (pkp/td)

 
Top