PADANG ARO -- Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengadakan berbagai kompetisi antar Rumah Tahfidz. Salah satu cabang lomba memberikan hadiah umrah bagi juara pertama.
Terdapat lima perlombaan yang dilaksanakan yang mencakup seluruh kurikulum pendidikan di Rumah Tahfidz, yakni Cerdas Quran, Khutbah Jumat, Shalat Jenazah, Shalat Fardu, serta Adzan dan Qamat.
Seluruh kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dari 225 Rumah Tahfidz binaan pemerintah kabupaten dan bekerja sama serta disiarkan oleh Padang TV. Kegiatannya dilaksanakan mulai Senin (3/8) hingga Kamis (6/8).
Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan kegiatan ini bagian penting penguatan dan pengembangan program unggulan Satu Jorong Satu rumah Tahfidz.
"Tadi saya lihat luar biasa anak-anak yang mengikuti lomba Cerdas Quran. Nanti juara satu dari lomba ini akan diberangkatkan umrah untuk tiga orang," kata Khairunas saat pembukaan lomba di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (3/8).
Khairunas melanjutkan, program ini sebagai upaya membentuk karakter anak, yang tidak hanya pintar secara akademik namun miliki kahlak berlandaskan Al-quran.
Program unggulan pemerintah kabupaten ini telah berhasil melahirkan ribuah hafidz dan hafidzah. Bupati memperkirakan dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan, akan tumbuh puluhan ribu generasi qurani yang membumikan Al-quran hingga ke pelosok Solok Selatan.
Kegiatan ini pun didukung oleh Kantor Kementerian Agama Solok Selatan. Kepala Kantor Kemenag Fitriyoni mengatakan kegiatan ini bukan sekedar lomba saja, melainkan bagian dari ikhtiar dalam membangun generasi qurani yang memiliki ilmu dan akhlak, berkarakter, dan berdaya saing.
"Kami mengajak seluruh peserta untuk menjadikan lomba ini sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi, bukan sekadar kompetisi. Menang atau belum menang bukan tujuan bersama, tapi bertambahnya ilmu agama, pengalaman, keberania, dan kecintaan pada Al-quran," katanya pada kesempatan yang sama.
Ia pun mengapresiasi konsistensi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten yang secara rutin mengadakan kegiatan serupa ini. Selain untuk berlomba, juga menjadi bentuk evaluasi pelaksanaan program Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz. (dko/sls)