Faktual dan Berintegritas

Pemberangkatan bantuan rendang tahap pertama. 

PADANG -- Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat menunjukkan kepedulian mendalam terhadap korban bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepedulian itu dibuktikan dengan membantu para korban.

LKAAM Sumbar mengirimkan 5 ton rendang siap saji untuk membantu meringankan beban para korban bencana di wilayah tersebut. Bantuan sebanyak itu dikirim secara bertahap

Pengiriman tahap awal sebanyak 700 kilogram rendang telah diberangkatkan dari Padang menuju lokasi bencana. Bantuan kuliner khas Minang ini diharapkan dapat menjadi penopang kebutuhan pangan mendesak bagi warga di pengungsian.

Ketua LKAAM Sumatera Barat, Dr. Fauzi Bahar Dt. Sati, menyatakan bahwa rendang dipilih karena sifatnya yang sangat praktis dan tahan lama. Di tengah kondisi darurat bencana, kepraktisan logistik pangan menjadi faktor yang sangat krusial bagi para korban.

"Hari ini kita kirim sekitar 700 kilo. Ini merupakan bentuk kepedulian kita membantu saudara-saudara yang sedang susah, yang rumahnya runtuh dan keluarganya meninggal," ujar Fauzi Bahar di sela penyerahan bantuan secara simbolis, Senin (17/8) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Bantuan itu diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI AU.

Ia menjelaskan bahwa rendang adalah makanan siap saji yang tidak merepotkan warga di pengungsian. "Rendang ini sangat gampang disajikan. Kalau mau panas, tinggal dipanaskan dengan mudah, dan di mana saja rendang bisa tahan sampai 3 bulan," tambahnya.

Fauzi Bahar mengungkapkan, kepedulian warga Minangkabau ini dilandasi oleh rasa kebersamaan serta ingatan kolektif atas musibah hebat yang pernah melanda Sumbar, khususnya gempa Padang 2009 silam. Pengalaman masa lalu memicu empati besar untuk bertindak cepat.

Apalagi, kondisi di lapangan pascagempa NTT saat ini sangat memprihatinkan. Jaringan listrik dan pasokan air bersih belum sepenuhnya mengalir, sehingga memasak bahan makanan mentah menjadi hal yang sulit dilakukan oleh para pengungsi.

Untuk mempermudah pembagian di lapangan, LKAAM Sumbar mengemas rendang tersebut dalam takaran praktis seberat 2,5 ons per bungkus. Setiap kemasan berisi sekitar 5 potong rendang yang pas untuk dikonsumsi oleh satu keluarga kecil.

Target 5 ton rendang akan dipenuhi secara bertahap melalui dapur umum yang terus beraktivitas di kantor LKAAM. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dibuka kesempatan seluas-luasnya untuk menyalurkan sumbangan dalam bentuk uang, daging sapi, ayam, maupun rendang jadi.

Guna memastikan pengiriman logistik berjalan cepat dan lancar, LKAAM Sumbar berkolaborasi erat dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui Lanud Sutan Sjahrir Padang untuk angkutan udara secara berkala.

Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Pnb Wahyu Bintoro, menegaskan komitmen TNI AU untuk selalu hadir dan siap mendukung penuh penanggulangan bencana nasional melalui pengangkutan udara. "Ini adalah bentuk dukungan dan kolaborasi kita terhadap musibah yang terjadi. Kapan pun dibutuhkan bantuan transportasi udara, TNI AU selalu standby on call dan siap mengerahkan armada pesawat Hercules," jelas Kolonel Wahyu Bintoro.

Sinergi angkutan udara ini akan memanfaatkan penerbangan rutin dan operasional TNI AU dari Padang, Pekanbaru, hingga Medan untuk meneruskan bantuan logistik menuju titik-titik krisis di NTT.

Setibanya di NTT, distribusi bantuan rendang ini akan disambut dan dikawal langsung oleh Gebu Minang NTT. Penyaluran diprioritaskan ke area terdampak parah, termasuk di kawasan Maumere dan sekitarnya.

LKAAM Sumbar mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan dan memviralkan gerakan kemanusiaan ini, sehingga target 5 ton rendang untuk NTT dapat segera terealisasi sepenuhnya. 

Untuk diketahui, gempa bumi magnitudo 7,7 melanda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu(15/8). Puluhan orang dikabarkan meninggal dunia. Rumah-rumah masyarakat banyak yang hancur yang mengharuskan penghuninya tinggal di pengungsian. (b2g)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top