PADANG -- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumatera Barat mengungkap 14 anak di daerah ini terafiliasi jaringan radikalisme. Temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Kepala DP3AP2KB Sumbar Herlin Sridiani mengatakan data tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan Densus 88, Satreskrim dan Kesbang. Hasil pendataan menunjukkan persoalan keluarga dan lingkungan menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian.
Hal itu terungkap pada Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Pembelajaran Persiapan Pranikah pada SMA/SMK/MA dan Perguruan Tinggi di Ruang Pola Lantai III Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (19/8). FGD tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai unsur.
"Data terbaru, hasil informasi bersama Densus 88, Satreskrim dan Kesbang, ternyata ada 14 anak di Sumbar yang terafiliasi dengan jaringan radikalisme," ujar Herlin.
Menurut dia, keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan generasi. Kondisi ketahanan keluarga di Sumbar saat ini masih berada pada kategori keluarga berkembang berdasarkan Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga). (*)