Faktual dan Berintegritas

 

Antaranews.com

PADANG, SWAPENA -- Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat memutuskan, Senin (1/8) besok, siswa SMA dan SMK se-Kota Padang tetap masuk sekolah. Untuk keamanan dijamin dengan menurunkan aparat terkait.

Pengamanan akan melibatkan seluruh unsur keamanan. Siswa yang masih terlibat tawuran akan langsung diberikan tindakan tegas secara hukum dan aturan akademik.

"Sepanjang hari ini, kami melakukan dua kali rapat koordinasi. Pagi hari dengan kepala SMK dan SMA, asisten Setdaprov, Satpol PP Kota Padang, dan Satpol PP Provinsi. Siangnya dilanjutkan dengan unsur Polresta Padang, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Bersama-sama kita putuskan siswa tetap masuk sekolah sesuai jadwal," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera, H. Barlius, sebagaimana dikutip Harian Singgalang, Minggu (31/7).

Secara teknis nantinya Satpol PP Kota Padang dan Satpol PP Provinsi akan mengerahkan kekuatan penuj ditambah aparat kepolisian akan berjaga-jaga di sekolah-sekolah. Tidak hanya itu, aparat juga akan berjaga-jaga di tempat-tempat yang dirasa rawan.

"Jika nanti ternyata terjadi keadaan yang tidak diinginkan maka aparat TNI dari tiga matra siap terjun untuk membantu," ujar Barlius.

Selain itu, Barlius juga berharap peran aktif orang tua dalam mengawasi anak. Bagi yang bisa mengantar jemput anak ke sekolah kita harapkan bisa menanggulangi transportasi anaknya.

"Tak kalah penting orang tua harus memastikan barang bawaan anak mereka baik yang ada di dalam tas maupun di jok motor bagi yang berkendaraan sendiri. Jangan biarkan anak membawa barang-barang yang bisa dimanfaatkan untuk tawuran terutama senjata tajam," pesan Barlius.

Tak hanya itu, Barlius juga mengharapkan partisipasi dan peran aktif masyarakat. Jika ada hal-hal yang mencurigakan diharapkan segera melapor ke pihak berwenang.

Menyinggung ketakutan siswa yang pulang sekolah, Barlius menyatakan kendaraan dalmas Satpol PP siap membantu. Tinggal memberi tahu tempat berkumpul, nanti akan dijemput dan diantar pulang.

"Kita disokong berbagai pihak serius menangani masalah ini biar cepat selesai. Kita tak ingin menghabiskan waktu dan energi untuk hal seperti ini. Kita ingin fokus meningkatkan mutu pendidikan pasca pandemi," tukuk Barlius.

Namun, jika ternyata masih terjadi tawuran maka siswa bersangkutan akan langsung diproses pihak kepolisian dengan hukum positif. Tak hanya itu, jika dirasa perlu akan diberikan hukuman maksimal secara akademik dengan pengembalian kepada orang tua.

"Demikian juga dengan kepala sekolah. Jika tidak bisa mengendalikan siswanya, maka akan dijadikan bahan evaluasi jabatan kepala sekolah bersangkutan," pungkas H. Barlius. (hv)

 
Top