Faktual dan Berintegritas


PADANG -- Ketua TP-PKK Kota Padang, Ny Dian Fadly Amran sedih ketika mendapati kondisi bocah berusia 2 tahun di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (18/5). Bocah malang yang diduga dianiaya ayah kandungnya itu nampak ceria, meski di beberapa bagian tubuhnya luka bakar dan tangan kanannya harus diberi gips. 

"Saya ucapkan terima kasih kepada tetangga yang sudah menjadi 'pahlawan', membantu membawa ke Kepolisian," kata Dian saat membezuk bocah dimaksud. 

Bocah itu diduga dianiaya ayahnya sendiri, R (29). Ia kerap disundut api rokok. Bahkan pernah digigit dan disiram air panas.

Bocah tersebut bersama orangtuanya berdomisil di Kuncia, Korong Gadang, Kuranji. Selama dua pekan ia menerima perlakukan tak manusiawi dari ayahnya. Setiap hari balita itu terus menangis akibat kesakitan. 

Mendengar sang bocah terus menangis, tetangga sebelah rumah, Martinis, Darni dan Mai langsung mendatangi rumah R. Di sini para tetangga mendapati kondisi sang bocah yang menangis dan tubuhnya luka. Ia kemudian diselamatkan dan dibawa ke kantor polisi terdekat. 

"Berkat bantuan masyarakat, ini terungkap. Tentunya semua hak anak harus dilindungi. Kita juga mengimbau, hak anak dan privasinya tetap dijaga," ungkap Ketua TP-PKK Padang yang juga Ketua P2TP2A Kota Padang itu. 

Dian mengatakan, pihaknya akan terus memperhatikan kondisi korban. Diharapkan kondisi sang bocah segera pulih dan kesehatannya terus terjaga. "Kini kondisi dia sudah jauh membaik, tidak menangis lagi," ucap Dian. 

Saat itu juga, Ny Dian Fadly Amran membawa mainan dan makanan. Rasa sakitnya seakan hilang begitu mendapat mainan mobil-mobilan dari istri Wali Kota Padang. Ia nampak senang dan tertawa girang. 

Dian mengimbau kepada seluruh perempuan untuk tidak bungkam ketika mendapati perlakuan kasar oleh suami. Bagi perempuan yang menjadi korban KDRT maupun anak yang dianiaya, agar segera melaporkannya kepada RT, RW maupun ke kecamatan. 

"Atau bisa langsung melapor ke P2TP2A maupun ke Kantor DP3AP2KB Padang," imbaunya. 

Dinas Sosial Kota Padang juga turut memberikan bantuan kepada bocah malang tersebut. Sekretaris Dinas Sosial, Budi Kurniawan menjelaskan, bantuan respon cepat ini untuk membantu sang bocah selama dirawat. 

Bantuan respon cepat yang diberikan berupa pempers, beras, gula, minyak goreng, sarden, roti kaleng, serta daster. 

Nampak hadir di ruang rawat inap RS Bhayangkara Sekretaris DP3AP2KB Imelda Novalin, Kabid di Dinas Kesehatan dr Lidia Febrina, dan lainnya. (ch)
 
Top