PADANG - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar mematuhi aturan dan standar yang telah ditetapkan pemerintah demi menjamin keamanan masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (20/5).
Menurut Mahyeldi, program yang dihadirkan pemerintah pusat tersebut merupakan upaya baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Oleh karena itu, pelaksanaannya di lapangan harus benar-benar dijaga agar tujuan program dapat tercapai secara maksimal.
“Jangan sampai niat baik yang telah dihadirkan presiden untuk masyarakat ini tidak dilaksanakan,” ujarnya.
Mahyeldi menegaskan, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun pihak terkait harus menjalankan program sesuai ketentuan yang berlaku. Ia meminta seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan, dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan keamanan pangan.
“Kepada SPPG dan seluruh pihak yang melaksanakan program ini betul-betul mempedomani aturan-aturan yang telah dihadirkan,” katanya.
Ia juga menegaskan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaan program tersebut. Karena itu, tindakan tegas akan dilakukan jika terjadi hal-hal yang membahayakan masyarakat, termasuk dugaan keracunan makanan.
“Ketika kita menemukan keracunan maka SPPG tersebut ditutup untuk sementara. Kewajiban pemerintah daerah melakukan perlindungan kepada rakyat,” tegasnya.
Menurut Mahyeldi, program MBG tidak boleh hanya selesai pada distribusi makanan, tetapi juga harus memastikan keamanan dan kualitas benar-benar terjaga. Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah harus dijaga melalui pelaksanaan yang disiplin, pengawasan ketat, dan tanggung jawab seluruh pihak di lapangan. (kmf)