Faktual dan Berintegritas

Kalandra bersama sang ibu. 

PADANG -- Di balik senyum sederhana dan mata yang masih bersinar itu, tersimpan perjuangan yang tak seharusnya dipikul oleh anak kecil. Apalagi anak yang baru berusia 5 tahun.

Tapi itulah yang diderita Kalandra Muhammad Azis. Ia harus memikul derita yang tiada tara.

Umurnya baru berusia 4 tahun 8 bulan. Di usia yang seharusnya diisi dengan bermain, berlari, dan mengenal dunia, justru lebih banyak dihabiskan di rumah sakit. Sudah satu tahun tujuh bulan terakhir, hari-harinya habis untuk menjalani pengobatan, jauh dari kebebasan yang seharusnya dirasakan anak seusianya.
 
Ayah Kalandra, Azis Wahyudi mengukapkan, anaknya itu saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, yang di dampingi ibunya, Mardiyah Khairani. Azis ber-KTP Bukittinggi, namun berdomisili di Padang.

"Kalandra harus berhadapan dengan Mixed Phenotype Acute Leukemia (MPAL), salah satu jenis leukemia akut yang tergolong sangat langka," katanya, Minggu (23/8).
 
Menurut dokter di Rumah Sakit Kanker Dharmais, penyakit tersebut menyerang sumsum tulang dengan memproduksi sel darah putih secara berlebihan. Namun sel-sel tersebut tidak berkembang secara sempurna, justru memenuhi ruang yang seharusnya ditempati sel darah sehat, perlahan melemahkan pertahanan tubuh si kecil. 

Kondisi itu membuat Kalandra harus menjalani rangkaian pengobatan dan perawatan dalam waktu yang sangat panjang.
 
Perjuangan ini juga memisahkan keluarga. Selama menjalani perawatan, Mardiyah dan Kalandra harus tinggal di Jakarta. Sementara ayahnya, Azis Wahyudi, tetap berada di kampung halaman untuk bekerja dan terus berjuang mencari nafkah sekaligus berharap kesembuhan putra semata wayangnya.
 
Kini, perjuangan Kalandra memasuki tahap yang lebih berat. Dokter menyarankan agar Kalandra menjalani transplantasi sumsum tulang belakang sebagai satu-satunya jalan pengobatan yang dapat menyembuhkannya. 

Sayangnya belum ada rumah sakit di Indonesia yang dapat melakukan tindakan tersebut untuk jenis penyakit yang diderita Kalandra. Atas kondisi itu, Kalandra harus menjalani tindakan medis di luar negeri.
 
Persoalannya, biaya pengobatan yang dibutuhkan sangat besar dan berada jauh di luar kemampuan ekonomi keluarga sederhana ini.
 
“Kami tidak menyerah. Tapi tangan kami sendirian belum cukup kuat untuk mengangkat beban ini,” ujar Azis Wahyudi dengan lirih.
 
Atas kondisi tersebut, keluarga Kalandra memohon dukungan dan uluran tangan dari seluruh lapisan masyarakat untuk membantu biaya pengobatan Kalandra di luar negeri. Setiap rupiah yang terkumpul adalah jembatan yang membawa Kalandra menuju kesembuhan, menuju masa depan yang layak ia miliki. (*)


Catatan Redaksi 
Bantuan untuk Kalandra dapat disalurkan melalui:
Bank BRI Nomor Rekening: 738401012113539
Atas nama Mardhiyah Khairani (Ibu Kalandra Muhammad Azis)
Informasi dan konfirmasi bantuan juga dapat menghubungi ayah Kalandra, Azis Wahyudi, melalui nomor 082382368674

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top