Faktual dan Berintegritas

Mahyeldi 

PADANG, SWAPENA -- Masih rendahnya produksi peternakan di Sumatera Barat sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang masih terbuka luas, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Peternakan (SMK PP) Negeri Padang Mangateh, Kabupaten Limapuluh Kota, diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. 

Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi, saat memberikan sambutan acara Penyerahan Lulusan Angkatan 40 ke Orangtua serta Penyerahan Sertifikat Kompetensi di SMK PP Negeri Padang Mangateh, Sabtu (18/6).

Bukan tanpa alasan, tantangan gubernur yang disampaikan kepada 200 siswa lulusan SMK PP Negeri tersebut mengingat para lulusan bukan hanya sekedar lulus sekolah namun lebih dari itu, para lulusan juga telah bersertifikat kompetensi level III yang diakui di kawasan Asia Pasific.

"Atas nama Pemprov Sumbar, saya mengucapkan selamat pada siswa yang telah menamatkan pendidikan. Bahkan telah bersertifikasi yang berstandar Asia Pasific. Ini suatu hal yang luar biasa, jangan main-main dengan lulusan SMK PP Negeri Padang Mangateh. Tentu kita harapkan para alumni bisa berkiprah tidak hanya di Indonesia tapi juga di Asia Pasific," ujar gubernur.

Oleh sebab itu, gubernur meminta agar ke depan di SMK PP Negeri Padang Mangateh harus memiliki program khusus penguatan kemampuan bahasa asing para siswa. Minimal dua bahasa, yakni bahasa inggris dan satu pilihan bahasa asing lainnya seperti bahasa jepang atau korea. Jika perlu mendatangkan native speaker dari negara bersangkutan agar lebih cepat pembelajarannya.

Keberadaan lulusan SMK PP Negeri Padang Mangateh, tambah gubernur juga menjadi potensi besar untuk mendukung program Pemprov Sumbar dalam upaya menciptakan 100.000 entrepreneur 

"Tamatan SMK PP harus jadi pengusaha dan membuka lapangan kerja. 

Apalagi kebutuhan ternak sangat tinggi. Sumbar hanya mampu memenuhi 60 persen. Apalagi Sumbar juga mensuplai beberapa provinsi tetangga. Jadi ini peluang pasar yang sangat terbuka. Apalagi alumni yang telah banyak menjadi pengusaha sukses," tambah gubernur.

Sebelumnya, Kepala SMK PP Negeri Padang Mangateh, Syarbaini, dalam laporannya menyampaikan, 200 lulusan tahun 2022 berasal dari tiga jurusan, yakni Agribisnis Ternak Ruminansia, Agribisnis Ternak Unggas, dan Kesehatan Hewan.

Para lulusan juga telah melaksanakan uji kompetensi yang diadakan oleh lembaga sertifikasi profesi level 3, untuk profesi petugas inseminator, profesi operator ayam petelur, profesi petugas unggas pedaging, dan petugas profesi penggemukan sapi. 

"Sertifikatnya berlaku Asia Pasific dan sertifikatnya dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sementara itu, Ketua Alumni SMK PP Negeri Padang Mangateh, yang tergabung dalam wadah Ikatan Keluarga Lereng Gunung Sago (Ikalegusa), M. Nurzain, menjawab keinginan gubernur untuk membimbing para alumni, serta mendorong alumni untuk menjadi wirausaha pertanian dan peternakan.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) antara SMK PP Negeri Padang Mangateh, dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Limapuluh Kota, dan BPTU HPT Padang Mangateh.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Peternakan Sumbar, drh. Erinaldi, Kacabdin Wilayah 4, dan Kepala SLTA se Kabupaten Limapuluh Kota. (kmf)

 
Top