JAKARTA -- Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) IX Koto Jabodetabek menggelar silaturahmi akbar di lantai 3 Gedung Swasana BRIN Thamrin Convention Hall, Jakarta Pusat, Minggu (19/7). Kegiatan yang mengusung tema “Manjopuik Raso, Merawat Silaturahmi, Basamo Kito Mambangun Nagari” itu menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antara masyarakat Lintau IX Koto yang berada di kampung halaman maupun di perantauan.
Bupati Tanah Datar Eka Putra yang hadir langsung pada acara tersebut dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kekompakan masyarakat Lintau IX Koto yang terus terjaga hingga saat ini.
“Silaturahmi akbar ini menjadi bukti bahwa hubungan persaudaraan masyarakat Lintau IX Koto, baik yang berada di ranah maupun di perantauan, tetap terjalin erat. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Dengan menjaga kekompakan dan kebersamaan, tidak ada persoalan yang tidak dapat kita selesaikan bersama,” ujar Eka Putra.
Bupati juga mengapresiasi panitia yang telah menghadirkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Lintau IX Koto dalam kegiatan tersebut.
“Saya melihat banyak UMKM yang ikut berpartisipasi, mulai dari usaha sate, lontong, soto, lapek sarikayo hingga kerupuk kuah khas Lintau. Ini merupakan bentuk promosi yang sangat baik bagi produk-produk unggulan masyarakat kita,” katanya.
Pada kesempatan itu, Eka Putra turut menyampaikan berbagai capaian pembangunan daerah, termasuk upaya percepatan pemulihan pascabencana yang beberapa tahun terakhir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar.
Di akhir sambutannya, Bupati memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah memimpin Kabupaten Tanah Datar.
Sementara itu, Dewan Penasehat IKLB IX Koto, Prof. Fasli Jalal, menyoroti besarnya kepedulian para perantau terhadap pembangunan kampung halaman, khususnya di bidang ekonomi dan pendidikan.
Menurutnya, dukungan para perantau telah mendorong berkembangnya sentra tenun Lintau yang kini mampu memberikan pelatihan kepada masyarakat serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Alhamdulillah, berkat dukungan tokoh-tokoh dan perantau kita, sentra tenun Lintau terus berkembang. Bahkan, informasi terakhir ada pengusaha dari Timur Tengah yang datang dan membeli produk tenun Lintau dalam jumlah cukup besar,” ungkapnya.
Fasli Jalal juga menyebutkan bahwa berkat kontribusi para perantau, kini telah berdiri sebuah universitas di Lintau. Ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi dalam membesarkan perguruan tinggi tersebut dengan memberikan kepercayaan kepada kampus itu sebagai tempat melanjutkan pendidikan anak-anak mereka.
“Mudah-mudahan dengan kekompakan dan kebersamaan yang terus terjaga, perekonomian masyarakat semakin maju dan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan generasi muda di masa mendatang,” harapnya.
Ketua IKLB IX Koto Jabodetabek, Pahlevi Dt. Rajo Lelo Angso, mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi akbar tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan solidaritas sesama perantau.
“Di perantauan inilah kita merasakan arti kebersamaan dan senasib sepenanggungan. Karena itu, melalui kegiatan ini kami berharap hubungan silaturahmi antarwarga Lintau IX Koto semakin erat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa IKLB selama ini aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial, terutama membantu sanak saudara yang mengalami musibah maupun kesulitan. (pkp/td)