KOTO BARU -- Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, MA mengatakan, program Indonesia Berkiblat sukses dilaksanakan. Lebih dari 700 pastisipan ikut melakukan pengukuran pada titik yang berbeda di Kabupaten Solok.
"Alhamdulillah, imbauan Menteri Agama Nasaruddin Umar telah ditindaklanjuti di Kabupaten Solok dengan melakukan pengukuran ulang arah kiblat menggunakan teknik bayangan saat matahari berada tepat di atas Ka'bah pada 15 dan 16 Juli 2026,” ujar Dedi Wandra, Senin (20/7) di Koto Baru.
Pengukuran arah kiblat ini, jelas Dewa, panggilan akrab Dedi Wandra, selain dilakukan di tempat ibadah umum, juga dilakukan di kantor-kantor, musala rumah makan, musala tempat wisata dan rumah pribadi.
"Pelaksanaannya selain dipandu oleh Penyuluh Agama Islam, juga dipandu oleh mubaligh, ASN KUA dan masyarakat yang belajar kepada Penyuluh Agama sebelum datangnya waktu Matahari berada tepat di atas Ka'bah tersebut, kemudian melakukan secara mandiri," ulas Dedi.
Dalam program Indonesia Berkiblat ini, titik pengukuran terbanyak berada di Kecamatan X Koto Singkarak yakni sebanyak 78 titik, Bukit Sundi dan Gunung Talang sebanyak 52 Titik, serta Junjung Sirih sebanyak 48 titik. Secara umum di setiap kecamatan turut melakukan pengukuran ulang arah kiblat ini di berbagai masjid dan musala.
Dedi Wandra menambahkan, untuk personal maupun lembaga yang telah melakukan pengukuran arah kiblat pada program Indonesia Berkiblat ini sudah mendapatkan sertifikat yang dapat dicetak melalui akun yang dibuat.
"Semoga dengan melaksanakan pengukuran ulang arah kiblat ini, ibadah kita menjadi lebih sempurna. Bagi yang belum sempat manfaatkan momen tersebut, tahun depan yang terjadi pada bulan Mei dan bulan Juli, saat matahahari berada tepat di atas Ka'bah. Hanya empat hari dalam setahun dan itupun tidak berlangsung lama," tutup H. Dedi Wandra. (we)