Faktual dan Berintegritas

Benjamin Paulus Octavianus 

PADANG -- Kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia cukup tinggi. Pada 2025, angka penemuan kasus sekitar 1.967.000 kasus. Di sisi lain, cakupan pengobatan juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan, penanganan penyakit TB di Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan para dokter dan tenaga medis di garda depan. Semua pihak harus terlibat.

Wamenkes Benjamin menegaskan, eliminasi TB membutuhkan "perang keroyokan" yang melibatkan peran aktif kepala daerah, tokoh masyarakat, hingga ulama.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Wamenkes saat menghadiri Konferensi Kerja Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (KONKER PDPI) XVIII 2026 di The ZHM Premiere Hotel, Padang, Jumat (18/9). Ajang bergengsi berskala nasional yang mengusung tema “Expanding Horizons in Every Breath” ini berlangsung 16–19 September 2026.

"Memberantas TB harus melibatkan banyak pihak melalui kerja sama lintas sektor. Jika dinas kesehatan berfokus pada pengobatan, maka gubernur, tokoh masyarakat, dan tokoh agama memegang kunci pencegahan melalui edukasi gencar," kata dia di hadapan awak media.

Bahkan, Wamenkes menggarisbawahi komitmen politik para pimpinan daerah dalam agenda besar penurunan angka TB nasional menjelang 2029. Ia tidak ragu membatalkan kunjungan kerjanya ke suatu daerah jika pimpinan tertinggi di provinsi tersebut tidak hadir untuk berkoordinasi langsung terkait isu kesehatan paru ini. (sp)
 
Top