Faktual dan Berintegritas

Daffa Hadaya 

PADANG - Tahun ini Sumatera Barat mengirim sebanyak 53 peserta pada MTQ Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah. Dalam rombongan itu ada nama Daffa Hadaya, dengan keterbasan penglihatan (tuna Netra) bersaing menjadi yang terbaik di cabang Tilawah 20 juz Alquran.

Menariknya, bungsu dari dua bersaudara ini tidak tampil pada cabang cacat Netra (canet), tapi dia mengambil tempat pada cabang biasa. Sementara untuk cabang canet dari Sumbar diisi oleh qari lain yang juga cacat netra.

Daffa seperti mendapatkan keistimewaan, lahir dari tidak bisa melihat. Kehidupannya tidak seperti anak-anak kebanyakan. Tapi dengan keterbatasan penglihatan tidak bisa membuatnya bermain layaknya anak kecil lainnya sejak lahir.

Memulai Langkah dengan pandangan yang gelap, tak pernah melihat dunia yang terang. Dunia pertama kali dirasakannya dari ujung jarinya yang lembut. Seterusnya membayangkan dan mengingatnya. Begitu juga dengan bacaan, dia tak kenal aksara Arab, tak pernah dilihatnya dalam bentuk tulisan, dia hanya bisa mendengar dan mengingatnya untuk selamanya. "Saya dari lahir sudah tidak bisa melihatnya," katanya.

Tapi Daffa benar- benar iklas dengan keterbatasan ini. Bahkan dia terus tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Dia tidak akan berhenti untuk belajar. Terus menggali ilmu apa yang bisa dikuasainya. "Saya yakin, dengan sungguh-sungguh saya akan bisa,"tambahnya.

Kini Daffa mewakili Sumatera Barat berlomba menjadi yang terbaik di Semarang, Jawa Tengah. Daffa tampil dalam cabang Tilawah 20 Juz. Sebenarnya dia hafal Alquran 30 Juz, hanya saja untuk mengikuti lomba dia baru bisa pada cabang 20 Juz.

"Kalau untuk hafal saja alhamdulillah sudah 30 Juz, tapi untuk berlomba masih di 20 Juz," kata siswa MAN 2 Tanah Datar ini. (*)
 
Top