Hj. Erni Zarkasyi Nurdin 

JAKARTA, Swapena - Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Duka yang dirasakan warga Sulit Air Sepakat (SAS) atas meninggalnya Hj. Erni Zarkasyi Nurdin, juga menjadi duka mendalam banyak orang di Tanah Air, termasuk  agi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Alirman Sori.

Alirman Sori dan keluarga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya tokoh Bundo Kanduang asal Sulit Air, Kabupaten Solok, istri Sekjend DPP Gebu Minang Zarkasyi Nurdin tersebut yang meninggal dunia di rumah sakit Yarsi Jakarta, Minggu (20/12). "Saya secara pribadi merasa sangat kehilangan. Semoga almarhummah husnul khatimah," begitu ucapan Alirman.

Dikatakan, semasa hidup almarhummah adalah sosok seorang ibu yang menjadi panutannya, ramah, santun, selalu memberikan teladan dalam bersikap dan berbuat juga penyayang. "Selama lebih kurang empat tahun bergaul di Gebu Minang, beliau mendampingi suaminya Bapak Zarkasyi Nurdin, Sekjend DPP Gebu Minang sungguh seorang perempuan yang sangat luar biasa dalam memberikan support sebagai seorang istri kepada suaminya," kenang Alirman Sori

Hj. Erni Zarkasyi Nurdin adalah sosok seorang ibu yang mudah bergaul dengan siapapun, penyayang dan selalu positif thinking. Memiliki karakter yang suka menolong siapa saja.

"Kepergian beliau menyisakan duka yang dalam, semoga suami, anak-anak dan keluarga besar almarhummah diberikan kesabaran, tabah, tawakal dan ikhlas melepaskan kepergian beliau dan ditempatkan di sisiNya yang mulia. Kepada sahabat dan handai taulan jika ada kekhilafan dan kesalahan almarhummah keluarga menyampaikan mohon maaf dan untuk diberikan maaf kepada Almahurmmah," sebut Alirman, Anggota DPD asal Pesisir Selatan, Sumbar ini.

Ditambahkan, abar duka, meninggalnya Hj. Erni Zarkasyi Nurdin disampaikan langsung putri sulungnya Ria Novita kepada Alirman Sori, pada pukul 18.25 WIB, Minggu (20/12)

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, organisasi Sulit Air Sepakat (SAS) baik di rantau maupun di kampung berduka atas meni gagalnya perantau terbaiknya, Ny. Erni Zarkasyi Nurdin. Ia meninggal dunia di RS. Yarsi, Jakarta, pukul 18.15, Minggu (20/12).

Berita duka tersebut langsung merebak ke seantero negeri di manapun warga Sulit Air berada, termasuk ke sejumlah negara. "Mari kita lepas kepergian beliau dengan iringan doa dan alfatihah. Semoga Allah SWT menerima segala amal perbuatan beliau dan membalasnya dengan pahala serta ditempatkan di surga-Nya," kata Ketua Umum DPP SAS Syamsuddin Muchtar dikutip sas.pr.id. (sp)


 
Top