PADANG, Swapena - Komisi I DPRD Sumbar meminta lembaga penyelenggaraan pilkada memastikan pesta demokrasi itu tidak akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Harus ada standar operasional prosedur (SOP) yang sudah disusun dari sekarang sehingga nanti bisa dilaksanakan dengan teratur. 

"Siapkan segala hal untuk memastikan pelaksanaan pilkada tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19," ujar Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Syamsul Bahri baru-baru ini. 

Dia mengatakan SOP ini terutama terkait pelaksanaan pemungutan suara yang sejalan dengan protokoler kesehatan. Jangan ada kerumunan dan pastikan semua panitia penyelenggara dan masyarakat yang datang untuk mencoblos menggunakan masker. 

Dia mengatakan memang dari pemerintah pusat sudah disosialisasikan tentang pentingnya penerapan protokoler kesehatan dalam pemungutan suara dan tahapan pilkada lainnya. Namun, mengingat akan ada banyak sekali tempat pemungutan suara (TPS) dan juga tempat penghitungan suara nantinya, maka perlu ada kepastian SOP agar penerapan protokoler kesehatan dipatuhi. "Pastikan semua penyelenggara di semua TPS disiplin menerapkan  protokoler kesehatan," tegasnya. 

Syamsul Bahri mengatakan, ini baru pertama kalinya pemilu diselenggarakan di tengah pandemi penyakit menular. Maka potensi akan melonjaknya kasus pasca pilkada tentu saja ada. Namun bukan tidak mungkin pula bisa dihindari dengan baik. 

"Yang penting kita harus disiplin karena kita sudah tahu bagaimana cara untuk melindungi dari penularan Covid-19. Yakni kita semua harus pastikan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Mari terapkan 3 M ini di pelaksanaan pilkada," ujarnya. (t2)

 
Top