JIKA tidak ada aral melintang dan tidak ada perubahan jadwal, besok Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke XXVIII akan dimulai. Ini adalah iven nasional pertama di Sumatera Barat dalam masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

Kita tentu bersyukur sekali Sumatera Barat ditunjuk sebagai tuan rumah dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Apalagi daerah ini memang sudah sangat lama tidak ditunjuk sebagai penyelenggara MTQ Nasional, yakni sudah 37 tahun. Terakhir Sumbar menjadi tuan rumah MTQ pada 1983 silam.

Hingga hari ini para kontingen atau kafilah dari berbagai provinsi sudah berdatangan di Sumbar. Selamat datang para dunsanak! 

Perlu diketahui, semua kontingen atau utusan jelas membawa misi dan harapan bisa menjadi juara. Tidak ada peserta kompetisi yang berharap kalah. Ini sudah pasti.

Begitu juga Sumatera Barat tentu berharap pula menjadi juara. Tapi itu saja rasanya tidaklah cukup. Selain menjadi juara, Sumbar harus pula sukses menjadi tuan rumah. Apalagi dalam masa pandemi ini, harus ditambah dengan sukses mengantisipasi arena MTQ agar tidak menjadi klaster penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Perlu diketahui, selama ini banyak pihak mengkhawatirkan MTQ Nasional di Sumbar akan menjadi klaster penyebaran virus berbahaya tersebut. Alasannya, angka pertumbuhan korban Covid-19 di daerah ini masih tinggi, yakni dalam tiga digit setiap hari.

Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi panitia penyelenggara. Bagaimana mengantisipasi agar kekhawatiran banyak pihak itu tidak terjadi. Bagaimana menciptakan para tamu-tamu yang sehat awalnya, di akhir acara tetap sehat, bahkan hingga 14 hari pasca MTQ tersebut. Jangan sampai di daerah mereka nanti disebut membawa oleh-oleh virus Corona dari Sumatera Barat.

Terkait ini, dipastikan panitia penyelenggara memiliki kerja ekstra. Sebab, ada tiga hal yang harus disukseskan.

Pertama, sukses sebagai tuan rumah adalah hal yang umum dan telah biasa. Bagaimana Sumbar menyiapkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan nasional tersebut, kemudian melayani para tamu kafilah, official, juri dan lain sebagainya secara baik. Kemudian menyediakan fasilitas yang memadai seperti penginapan para tamu, kendaraan atau sarana transportasi sampai konsumsi dan lain sebagainya pula. 

Khusus konsumsi, Sumbar sebagai gudangnya kuliner tentu haruslah menyiapkan menu yang beragam kepada para tamu. Bahkan ini pulalah momennya untuk memperkenalkan kuliner-kuliner lokal kepada tamu-tamu yang datang dari berbagai provinsi. 

Yang kedua adalah sukses mengantisipasi agar arena MTQ tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Bagaimana pun panitia harus benar-benar bisa berjibaku di arena agar setiap orang mematuhi protokol kesehatan, menerapkan 3M. Setiap yang dianggap berpotensi sebagai penular virus Corona harus diantisipasi. Pastikan semua orang memakai masker, menjaga jarak dan lain sebagainya. Khusus pedagang makanan harus benar-benar diperhatikan baik protokol kesehatannya maupun kebersihan dan higienis makanan atau minuman yang mereka jual.

Intinya jangan sampai para tamu membawa virus pulang ke daerah masing-masing. Sebaliknya jangan sampai angka Covid positif di Sumbar meningkat tajam dengan klaster arena MTQ.

Sukses ke tiga, kita semua berharap Sumbar menjadi juara umum. Tentu saja harapan itu diraih dengan menjunjung  sportifitas yang tinggi. Jangan sampai mentang-mentang tuan rumah, lalu menghalalkan segala cara untuk meraih juara umum. Jangan!

Selamat datang para kafilah dari srluruh provinsi. Inilah Sumatera Barat, Ranah Minang. Selamat berkompetisi, semoga semua sukses sesuai harapan. Tetap terapkan protokol kesehatan Covid. Semoga semuanya tetap sehat. Semoga! (Sawir Pribadi)

 
Top