Drs. Isra, M.Pd Dt. Bandaro

AGAM, Swapena - Pandemi Covid-19 rupanya tidak menghalangi tenaga pendidik di Kabupaten Agam untuk menorehkan prestasi. 

Buktinya, beberapa waktu lalu sejumlah kepala sekolah dan guru di daerah setempat berhasil menyabet penghargaan di tingkat nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Drs. Isra, M.Pd Dt, Bandaro, Senin (30/11). 

Dikatakannya, kepala sekolah dan guru di Agam mendapat apresiasi sebagai kepala sekolah dan guru terinovatif dari Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud RI.

"Anugerah itu diberikan pada ajang Apresiasi bagi Guru dan Kepala Sekolah yang dilaksanakan secara daring, 20 November 2020 lalu," ujarnya.

Disebutkan, kepala sekolah yang meraih anugerah terinovatif tersebut antara lain Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) H. Djalaluddin Ampek Angkek, Kepala Sekolah dan Guru TK Istiqomah.

"Dr. Gantino Habibi, Kepala Sekolah SDIT H. Djalaluddin Ampek Angkek berhasil menjadi kepala sekolah terinovatif peringkat pertama, kemudian kepala sekolah dan guru TK Istiqomah meraih kepala sekolah terinovatif dan guru terinovatif," sebutnya.

Kemudian, tukasnya, satu orang guru sekolah dasar saat ini tengah berjuang merebut predikat duta rumah belajar. Dikatakan, dari 30 perwakilan di tingkat provinsi, hanya guru perwakilan Agam yang berhasil masuk 5 besar. "Guru kita itu sudah masuk 5 besar, sekarang masih menunggu predikat siapa yang terpilih menjadi duta rumah belajar," imbuhnya.

Menurut Isra, prestasi yang berhasil diraih sejumlah tenga pendidik tersebut membuktikan pandemi Covid-19 tidak menghambat inovasi dalam proses pembelajaran. Dikatakan, prestasi tersebut sekaligus menjadi komitmen peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Agam.

"Terus terang, visi Kabupaten Agam adalah mewujudkan Agam mandiri, berprestasi dan madani. Di bidang pendidikan, kita juga berkomitmen untuk mewujudkan visi tersebut," ungkapnya.

Dijelaskannya, disamping membenahi sarana dan prasarana pendidikan, pihaknya juga mengupayakan peningkatan mutu tenaga pendidik dan peserta didik. 

Disebutkan, pendidikan di Kabupaten Agam harus memenuhi 8 standar mutu pendidikan nasional. "Dari 8 standar mutu pendidikan nasional, salah satunya adalah mutu tenaga pendidik. Nah, untuk mewujudkan standar tersebut kita selalu memberi pembekalan melalui berbagai bimtek, seminar, webinar dan mengimbau tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompentensi," papar Drs. Isra, M.Pd Dt. Bandaro.

Ia menilai, meski jumlah tenaga pendidik di Kabupaten Agam terbilang kurang, namun kompentensi yang dimiliki tidak kalah dari daerah lain. Hal itu dibuktikan dengan prestasi yang ditorehkan tenaga pendidik setiap tahunnya.

"Sejumlah reward yang diberikan juga menjadi penyemangat bagi tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kapasitas sesuai standar mutu," ujarnya. (kz)

 
Top