PADANG - Teror  beruk (monyet ekor pendek) di Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang mendapat respon dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Sumatera Barat. Dalam waktu dekat, beruk-beruk peneror pengguna jalan tersebut akan ditangkap.

"Dalam waktu dekat, kami akan mengambil langkah. Ini adalah semacam konflik satwa dengan manusia," kata Kepala BKSDA Sumbar, Erly Sukrismanto, Kamis (31/10).

Terkait persoalan itu, BKSDA sudah menyurati Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan penanganan terbaik, agar tidak ada lagi korban akibat teror beruk di Sitinjau Lauik tersebut. Sebab jalan itu sangat padat oleh lalu lintas setiap hari.

"Kami sudah sampaikan secara lisan kepada Pak Gubernur dan Wagub. Mungkin setelah surat resmi baru ditangkap dengan cara dibius atau pakai jaring. Kalau sudah ditangkap akan kami bawa ke kawasan konservasi atau ke hutan yang dalam," ucap Erly.

Lebih jauh Erly menjelaskan serangan beruk ini akibat minimnya pasokan makanan untuk satwa tersebut. Karena itu, banyak beruk pergi ke pinggir jalan raya dengan harapan ada pengendara yang memberikan makanan.

Karena warga dan pengendara yang memberikan makanan tidak selalu ada tiap hari, hal tersebut  memicu kemarahan beruk sehingga mereka menyerang pengendara. "Hal itu yang membuat hewan liar ini marah. Karena mereka selalu menanti pengendara yang memberikan makanan," kata Erly.

Ia mengimbau kepada pengendara tidak lagi memberi makanan kepada beruk ataupun monyet di pinggir jalan. Tujuannya supaya satwa tersebut tidak terbiasa mendapat makanan dari masyarakat. (ys)
 
Top