PADANG - Banyak penganan tradisional Minangkabau yang sulit ditemukan sekarang. Salah satu di antaranya adalah kacimuih.

Penganan ini terbuat dari parutan ubi kayu atau singkong. Parutan tersebut kemudian dicampur parutan kelapa dan dikukus.

Ada yang mengukusnya seperti membuat lapek, yakni dibungkus daun pisang terlebih dahulu, namun rata-rata ditaruh saja di atas kukusan.

Semasa tahun 1970-1980-an kacimuih banyak dijual, terutama pada penjual makanan dekat sekolahan. Untuk lebih menarik, biasanya penjualnya memberi sedikit  warna merah.

Penganan ini sangat bagus untuk sarapan pagi atau sekadar jajanan bagi anak sekolah. Karena bahan utamanya adalah singkong, kacimuih mengandung karbohidrat, protein, serat, mineral, kalsium, magnesium, vitamin dan lain sebagainya.

Adalah sangat bijak apabila ibu-ibu rumah tangga mengenalkan sarapan ini kepada putra-putrinya. Setidaknya akan menghindarkan anak dari jajanan yang terpapar zat kimia, pengawet dan lain sebagainya. Bukankah jajanan, terutama makanan dalam kemasan  banyak yang menggunakan pengawet.

Selain itu, penganan ini juga tidak butuh biaya banyak. Cukup singkong, kelapa parut dan sedikit gula.

Khusus bagi yang ingin berinovasi bisa menambahnya dengan gula aren, susu cokelat, keju  atau meses dan lain sebagainya. Pokoknya kacimuih, murah, meriah namun sehat. (espe)
 
Top