La Nyala Mattalitti

JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas sore ini secara terbuka mendukung La Nyalla Mattalitti untuk menjadi Ketua DPD RI periode 2019-2024.

Dukungan ini oleh sebagian pengamat politik telah memperbesar peluang La Nyalla untuk menduduki kursi RI-7 tersebut, mengingat konstelasi dukungan para anggota DPD yang kian mengarah ke kubunya.

Sampai berita ini diturunkan masih terjadi lobi-lobi politik yang intensif di tengah maraknya aktivitas internal DPD untuk memilih ketua barunya yang menurut rencana akan dipastikan malam ini.

"Saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Ratu yang sudah memberi kepercayaan dan dukungan, sekaligus amanat kepada saya untuk maju sebagai pimpinan DPD RI. InsyaAllah saya akan menjalankan amanat dan komitmen saya untuk membawa DPD ke depan lebih baik, dengan semangat kepemimpinan kolektif kolegial," ujar La Nyalla sejam lalu.

Ia menambahkan bahwa dirinya berniat memimpin DPD ke depan dengan pola kolektif kolegial, dan bukan "one-man show" karena dengan pola kolektif-kolegial maka akan ada ruang interaksi yang lebih besar dan positif bagi seluruh anggota untuk menyalurkan aspirasinya.

Maksudnya agar "tidak ada (kesan) 'siapa dipimpin siapa'. Sebab empat orang pimpinan itu hanya penjaga marwah dan pemberi arah saja. Karena setiap anggota punya kewajiban moral yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat di daerah masing-masing," imbuh La Nyalla.

Senator La Nyalla adalah peraih 2,2 juta suara pemilih di Jawa Timur. Oleh kebanyakan anggota, ia diharapkan dapat membawa perubahan-perubahan signifikan di DPD apabila terpilih sebagai Ketua DPD RI.

Dukungan yang diberikan secara terbuka oleh GKR Hemas dinilai mempunyai pengaruh cukup besar dalam tubuh DPD RI berkat pengalamannya bertugas sebagai wakil ketua mendampingi Irman Gusman, serta juga pamornya sebagai tokoh nasional dan politisi senior itu diperkirakan telah mengubah peta persaingan di DPD sejak siang tadi.

Pesaing La Nyalla dalam perebutan kursi RI-7 adalah mantan wakil ketua DPD Nono Sampono. (p)
 
Top