Ilustrasi
    Kekhawatiran orang tua terhadap anak-anaknya kian meningkat. Banyak generasi sekarang yang terjerumus ke tindakan kriminal dan pornografi.
    Memang, sudah bersuluh matahari hampir tiap saat kita mendengar dan membaca berita tentang anak-anak yang terlibat kejahatan. Apapun jenisnya, kejahatan atau aksi kriminal yang dulu dilakoni orang dewasa, sekarang merambah kepada anak-anak.
    Begitu juga dengan aksi pornografi. Sesuatu yang tidak pantas dilakukan anak-anak, sekarang telah banyak anak-anak yang terlibat.
    Miris! Ya, suatu hal yang sangat memiriskan kita semua. Anak-anak selaku tunas bangsa yang semestinya bermain ceria dan belajar bersama, hari ini banyak berurusan dengan hukum. Lalu, siapa yang harus disalahkan?
    Kita tentu perlu melihat semua masalah secara utuh. Kita juga tidak boleh hanya berkata miris ketika melihat apa yang terjadi hari ini. Sebaliknya kita tentu perlu melihat dan mengkaji secara komprehensif apa penyebab semuanya.
    Hidup adalah sebab akibat. Apa yang terjadi sekarang tentu ada awalnya. Apa penyebab, kenapa bisa terjadi. Ada akhir, karena ada awal. Ada akibat, lantaran punya sebab.
    Kadang kita menuding pelajaran moral kurang di sekolah atau pendidikan agama yang tidak memadai. Boleh-boleh saja itu kita sebut sebagai penyebabnya. Tapi sadarkah kita bahwa keberadaan anak di sekolah berapa jam dari waktu yang 24 jam itu? Satu hal lagi, mata pelajaran di sekolah juga beragam dan itulah yang dibagi-bagi selama anak berada di bangku  sekolah.
    Kita gampang menyalahkan pihak lain, namun lupa dengan kealpaan kita sendiri. Selaku orangtua, apa yang telah dilakukan untuk memperbaiki moral anak? Selaku orangtua, upaya apa yang sudah dilakukan agar anak tidak terjerembab ke persoalan hukum kriminal dan pornografi?
    Semua orangtua pasti sayang kepada putra-putrinya. Salah satu bukti sayang adalah membekali mereka dengan android. Tujuan awalnya, supaya gampang berkomunikasi dan bisa membantu anak dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pelajaran di sekolah.
    Pertanyaannya, pernahkah di antara orangtua menanyakan apalagi memeriksa isi android anak? Apakah benar semuanya terkait dengan pelajaran dan tugas-tugas sekolah? Pernahkah orangtua mencikaraui aplikasi apa saja yang ada pada android anak?
    Ingat, anak-anak yang punya andoid lebih sibuk dengan benda itu sendiri. Di mana pun ia berada, bahkan ketika di rumah mereka lebih memilih sendirian. Sekali lagi, pernahkan orangtua bertanya, sedang apa mereka? Aplikasi apa yang sedang mereka buka?
    Ini penting, sebab dalam sebuah gawai, banyak aplikasi yang tidak pantas dibuka oleh anak-anak. Bahkan, di media sosial, hal-hal yang tidak 'makanan' anak pun banyak dan tiba-tiba saja muncul tanpa diunggah.
    Inilah yang sangat perlu kita awasi, yakni tontonan dan 'konsumsi' anak pada android. Jika beberapa tahun lalu kita masih bisa membatasi anak-anak menonton televisi, maka sekarang mereka telah berpindah ke android. Takut akan kedengaran suaranya oleh orangtuanya, mereka pakai headset atau earphone.
     Oleh karena itu, mari kita awasi anak-anak kita, agar jauh dari persoalan kriminal. Mari cikaraui apa yang  tengah dilakukan anak dengan androidnya. Ingat perjalanan mereka masih panjang, jangan biarkan terjerumus. Sesekali lihat jugalah isi android anak masing-masing. Semoga mereka terbebas dari persoalan-persoalan hukum dan kriminal. Semoga! (sawir pribadi)
 
 
Top