Antrean truk di Jalan By Pass, Padang menunggu BBM. 

PADANG - Antrean truk menunggu 'jatah' bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar terus saja menjadi pemandangan di Kota Padang, Sumatera Barat. Kondisi itu telah menimbulkan kemacetan terhadap pengguna jalan.

Antrean panjang truk di berbagai tempat mengular panjang, sehingga merugikan masyarakat. Tidak saja pengguna jalan, tetapi juga pemikik toko di sepanjang jalan.

Pantauan swapena.com, di SBPU kawasan Kayu Gadang, By Pass, Kuranji, truk-truk besar mengular di sepanjang jalan. Para pemilik toko terpaksa memasang portal di depan toko mereka dengan ban bekas, kayu atau apa saja dengan harapan pengemudi tidak parkir menunggu BBM di depan toko tersebut. Bahkan ada yang sengaja memasang tulisan dengan kertas karton.

Di antara sopir truk mengaku ada yang sudah berjam-jam menunggu solar/bio solar. "Kosong, Da. Tapi kami harus tunggu. Kalau indak, barangin. Oto solar ko kalau lah kritis minyaknyo barangin," kata seorang sopir truk mengaku bernama Wahyu.

Truk-truk yang antrean di sepanjang by pass tersebut adalah yang akan berangkat ke luar kota, seperti ke Pasaman Barat, Bukittinggi, Batusangkar, Payakumbuh dan bahkan ke Pekanbaru serta sejumlah kota di Riau.

"Mau ke Pekanbaru, Da," jawab sopir lain yang mengaku bernama Ferry.

Para sopir tersebut berharap pemerintah dan Pertamina tidak 'rabun' terhadap kelangkaan BBM jenis bio solar ini. Sebab, kelangkaan BBM tersebut telah berlangsung sejak beberapa minggu terakhir. (sp)
 
Top