JIKA tidak ada aral melintang dan tidak ada perubahan jadwal, 12 November 2020 minggu depan akan dibuka MTQ Nasional ke XXVIII. Ini adalah iven nasional pertama di Sumatera Barat dalam masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

Dalam waktu yang kurang dari seminggu ini, panitia terus memacu segala persiapannya. Layaknya iven MTQ nasional banyak yang harus disiapkan panitia dan pemerintah daerah tentunya. Intinya sebagai tuan rumah, Sumbar tidak ingin asal-asalan.

Sebaliknya, sebagai tuan rumah, Sumbar jelas sangat menginginkan kesuksesan pada kegiatan nasional ini. Jika tidak akan melebihi kesuksesan penyelenggaraan MTQ nasional pada 1983 silam, minimal menyamainya.

Sudah pernah menjadi tuan rumah MTQ nasional pada 37 tahun silam, tentu Sumbar sudah punya pengalaman. Yang pasti tuan rumah di masa lampau itu bukanlah hal yang mudah. Semua dilaksanakan dalam berbagai keterbatasan. Sementara kegiatan MTQ kali ini diselenggarakan dalam sarana dan prasarana pendukung yang lengkap dan jauh lebih maju. Dengan kondisi demikian selayaknya penyelenggaraan iven nasional kali ini jauh lebih sukses.

Bukankah pelaksanaan MTQ nasional kali ini dalam masa pandemi virus Corona yang masih mengganas? Jawabnya iya, benar! Namun semua bisa disesuaikan. Setidaknya, sebagai penyelenggara, Sumbar harus bisa meraih dua sukses, yakni sukses sebagai tuan rumah dan sukses mengantisipasi arena MTQ sebagai klaster Covid-19. Lebihnya tentu berharap Sumbar bisa sukses sebagai juara umum.

Sukses sebagai tuan rumah adalah hal yang umum dan telah biasa. Bagaimana Sumbar menyiapkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan nasional tersebut, kemudian melayani para tamu kafilah, official, juri dan lain sebagainya secara baik. Kemudian menyediakan fasilitas yang memadai seperti penginapan para tamu, kendaraan atsu darans transportasi sampai konsumsi dan lain sebagainya pula. 

Khusus konsumsi, Sumbar sebagai gudangnya kuliner tentu haruslah menyiapkan menu yang beragam kepada para tamu. Bahkan ini pulalah momennya untuk memperkenalkan kuliner-kuliner lokal kepada tamu-tamu yang datang dari 33 provinsi. Yang terpenting jangan sampai tidak ada randang dalam menu makanan mereka.

Yang kedua adalah sukses mengantisipasi arena MTQ sebagai klaster baru penyebaran Covid-19. Bagaimana pun panitia benar-benar bisa berjibaku di arena agar setiap orang mematuhi protokol kesehatan. Setiap yang dianggap berpotensi sebagai penular virus Corona tersebut harus diantisipasi, seperti pemakaian masker, soal jarak dan lain sebagainya.

Ingat, para tamu datang dari 33 provinsi ditambah tamu-tamu dari kabupaten/kota di Sumbar. Ini jelas potensi dan  risiko tinggi terhadap penyebaran virus Corona.

Intinya jangan sampai para tamu membawa virus pulang ke daerah masing-masing. Sebaliknya jangan sampai angka Covid positif fi Sumbar meningkat tajam dengan klaster arena MTQ.

Sukses ke tiga tentunya kita semua berharap Sumbar menjadi juara umum. Tentu saja harapan itu diraih dengan menerapkan spotifitas yang tinggi. Jangan sampai mentang-mentang tuan rumah, lalu menghalalkan segala cara untuk meraih juara umum. Jangan!

Semoga Sumbar sukses menyelenggarakan MTQ XXVIII.  Sukses sebagai tuan rumah, sukses mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan terakhir sukses meraih juara umum. Semoga! (Sawir Pribadi)

 
Top