Faktual dan Berintegritas

 


AGAM, Swapena -- Prospek tambak udang vaname di Sumatera Barat sangat besar karena 7 dari 19 kabupaten dan kota di provinsi ini merupakan daerah pesisir pantai yang sangat cocok untuk usaha tersebut. Hanya saja, pembuatan tambak harus diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan.

"Kita sangat mendukung tumbuhnya usaha produktif seperti tambak udang ini karena akan membantu menggerakkan perekonomian daerah, namun dalam pembuatannya harus benar-benar memperhatikan lingkungan agar tidak terjadi pencemaran," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi, saat meninjau salah satu tambak udang di Tiku, Kabupaten Agam, Jumat (20/8).

Gubernur mengatakan, ada syarat-syarat terkait lingkungan yang perlu diperhatikan oleh masyarakat yang ingin membuat usaha tambak udang, salah satunya jarak dari bibir pantai minimal 100 meter.

Selain itu juga harus diperhatikan tempat pembuangan limbah yang harus sesuai dengan aturan sehingga tidak terjadi pencemaran yang akan merugikan masyarakat sekitar.

Untuk itu, gubernur mengimbau bupati dan walikota yang memiliki daerah pesisir pantai untuk segera membuat RTRW yang mengatur zona investasi tambak udang.

Dengan demikian, prospek tambak udang bisa terus dikembangkan tanpa melanggar aturan sehingga ekonomi masyarakat terus bergerak. Apalagi tambak udang juga menyerap cukup banyak tenaga kerja dan pemasarannya juga sangat luas hingga ke luar negeri.

Pemilik tambak udang Zamzani, mengatakan, usaha yang digelutinya itu baru dilakukan empat bulan terakhir dengan luas area sekitar 2,5 hektare.

Dia menyebut sebelum membuka usaha telah berkonsultasi dengan pihak-pihak yang memahami aturan tentang tambak udang. "Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan usaha tetapi tetap sesuai dengan aturan," katanya. (ys)

 
Top