Faktual dan Berintegritas


PADANG -- Banjir bandang dan longsor, yang melanda Kabupaten Agam, khususnya di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, pada Kamis (27/11) sore, meninggalkan duka mendalam. Hingga Jumat sore (28/11), tim gabungan telah menemukan dan mengevakuasi 28 jenazah dari aliran sungai.

Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, saat meninjau langsung lokasi bencana di Salareh Aia Utara bersama Bupati dan sejumlah Kepala OPD.

​Hingga kini tim SAR telah menemukan sebanyak 28 jenazah  korban dari aliran sungai. Diperkirakan jumlah korban di wilayah bencana itu masih bertambah.

Menurut Roza, lima jenazah dari total yang ditemukan dibawa ke Puskesmas Bawan untuk penanganan lebih lanjut. ​Sisanya ditempatkan sementara di halaman Masjid Nurul Hikmah, Nagari Salareh Aia Utara. Dari jumlah jenazah yang telah ditemukan itu, lima di antaranya belum diketahui identitasnya.

​Pemerintah Daerah Kabupaten Agam terus berupaya menangani dampak bencana secara maksimal.
​Penyelenggaraan jenazah akan diupayakan oleh Dinas Sosial dan Dinas PU, termasuk proses pemakaman di pemakaman umum Pemerintah Daerah Kabupaten Agam.

​Alat berat juga telah didatangkan untuk membantu proses evakuasi dan pembukaan akses.

​Kendala besar yang dihadapi tim menurut Roza  karena  masih adanya enam jorong di Nagari Salareh Aia Timur dan Nagari Salareh Aia yang hingga kini belum tersentuh bantuan maupun evakuasi.

​Kondisi di enam jorong tersebut dilaporkan tertutup dan tertimbun material longsor dan banjir, membuat tim kesulitan mengakses lokasi.

​Roza berharap semua pihak, termasuk relawan dan tenaga lainnya, dapat bersinergi untuk mengevakuasi warga di enam jorong yang terisolasi tersebut, mengingat kemungkinan masih banyak korban yang belum ditemukan.

Pemerintah Kabupaten Agam juga telah mendirikan 26 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan korban banjir bandang dan longsor di 16 kecamatan terdampak, yang tersebar di posko-posko yang didirikan oleh Dinas Sosial, BPBD, dan Pemerintah Nagari. (gd)
 
Top