Faktual dan Berintegritas

Ilustrasi foto dari Medsos Subandi Arpan

PADANG -- Banjir dan longsor yang menghantam Provinsi Sumatera Barat saat ini menyisakan duka dan nestapa. Jalan ambruk, jembatan putus, sehingga akses jadi terputus.

Guna pendistribusian bantuan bencana alam  ke luar kota hanya bisa lewat jalur Sitinjau Lauik. Warga yang mau ke Bukittinggi, Batusangkar, Payakumbuh hanya bisa lewat jalur ekstrem tersebut.

Ambulan yang mengantar jenazah korban banjir dan longsor pun harus lewat Sitinjau Lauik. Hal itu dikarenakan terputusnya jalur utama Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai. Begitu juga jalur Sicincin-Malalak juga tertimbun longsor dan putusnya sejumlah jembatan.

Kini, volume kendaraan yang melewati Sitinjau Lauik naik menjadi tiga kali lipat dari biasanya. Karena itu, Pemprov Sumbar mengeluarkan kebijakan melakukan pengalihan jam operasional terhadap truk-truk angkutan barang. Truk-truk tersebut hanya diperbolehkan melewati Sitinjau Lauik antara pukul 20.00 hingga pukul 06.00, kecuali truk pengangkut sembako.

Kepala Dinas Perhubungan Dedy Diantolani, Sabtu (29/11) mengatakan, pengalihan jam operasional truk-truk barang itu agar Sitinjau Lauik tidak macet. Sebab, jalur itu saat menjadi satu-satunya akses ke luar Padang, arah Timur dan Utara. "Dengan hanya satu-satunya jalur masih bisa dilewati, maka volume jalan itu naik menjadi tiga kali.lipat dari biasanya. Karena itu kita minta kesadaran pemilik dan driver truk mematuhi pengalihan jam operasional ini," ujar Dedy. (*)
 
Top