Faktual dan Berintegritas


Bagian 2: Malamang


SEBAGAIMANA disebutkan pada tulisan pertama, salah satu makanan tradisional Minangkabau adalah lamang atau lemang. Makanan ini tidak hanya di Minangkabau, tapi juga ada di daerah lain, salah satunya di Aceh.

Lamang terbuat dari beras pulut yang oleh urang awal disebut sipuluik. Memasaknya pakai buluh, atau di daerah Solok sekitarnya disebut talang.

Tidak semua wanita Minang pandai memasak lamang. Ia butuh kesabaran, terutama harus rela basangai di tungku yang terbuat dari kayu atau besi.

Memasak lamang memang butuh kesabaran dan  waktu yang.lama. Jika tidak sabar, bisa-bisa lamangnya tidak matang. Yang parahnya dalam satu batang lamang itu bisa sebagian gosong tapi sebagian lagi tidak matang.

Agaknya karena itu pula sekarang jarang orang malamang menjelang masuknya Idul Fitri. Padahal dulunya di sebagian nagari tidak lengkap hari raya jika tidak ada lamang.

Akibat tidak banyak orang malamang, muncullah penjual lamang pada sejumlah daerah. Bermacam pula jenisnya yang dijual itu, mulai dari lamang sipuluik murni hingga yang campur pisang, ubi, kundua (labu) dan lainnya. (Sawir Pribadi)

 
Top