Faktual dan Berintegritas



AGAM, SWAPENA -- DKM Masjid Nurul Huda Tanjung Alam, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam meluncurkan teknologi unik untuk pelayanan kaum duafa. Sebuah mesin ATM berteknologi NFC yang jjka dimasukkan kartu, mengeluarkan dua liter beras.

Menariknya, sistem mesin ini juga sudah diatur sedemikian rupa, sehingga hanya dapat difungsikan pada waktu subuh. Dengan begitu secara tidak langsung ATM juga dapat menjadi sarana untuk lebih memakmurkan masjid. Sementara penggunaannya dikhususkan bagi  fakir miskin dan anak yatim yang sudah didata, terjadwal dan memperoleh kartu.

Sejak 1 April 2022 lalu ATM dimaksud sudah beroperasi memberikan dua liter beras setiap 3 hari sekali bagi warga pemegang kartu. Berasnya juga berasal dari sesama masyarakat dengan ekonomi lebih baik yang menyumbang ke mesin ATM melalui DKM Masjid.

Meninjau penggunaan Mesin ATM di sela-sela kunjungan Safari Ramadhan, Rabu (13/4), Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan di Masjid Nurul Huda. Menurut Wagub Kecamatan Ampek Angkek memiliki indeks pembangunan manusia yang baik sehingga mampu menggerakkan banyak hal, termasuk ke arah digitalisasi.

"Oleh karena itu pemuda-pemudanya harus bisa berdaya dan mampu menggerakkan banyak hal, mulai dari UMKM hingga digitalisasi. Ini juga nantinya tentu bisa membantu meningkatkan ekonomi kecamatan sekitar," ujarnya.

Selain meninjau pemanfaatan teknologi bagi layanan kaum dhuafa itu, Wakil Gubernur juga menyerahkan bantuan Baznas Rp50 juta untuk diberdayakan oleh Masjid Nurul Huda tersebut.

"Bantuan ini dari masyarakat Sumatera Barat melalui Baznas, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat kebaikan sebesar-besarnya," harap Wagub.

Di sisi lain, usai menyampaikan terimakasihnya atas kunjungan Wagub, Sekretaris Daerah Kab. Agam, Edi Busti menuturkan langkah percepatan yang dilakukan dalam peningkatan perekonomian masyarakat pasca Covid-19. 

Di samping santunan beras melalui ATM yang diinisiasi swadaya masyarakat setempat, Pemerintah Kabupaten Agam juga telah menetapkan alokasi anggaran sebesar 20% khusus untuk recovery ekonomi, disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing nagari. Sementara untuk jangka panjang Pemkab. Agam menyiapkan beasiswa bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.

"Tahun lalu kita memberikan beasiswa bagi 115 Anak tidak mampu yang menempuh pendidikan ke perguruan tinggi, tahun ini penerima beasiswa kita tingkatkan lagi menjadi 125. Artinya secara keseluruhan Kab. Agam memberikan beasiswa bagi 500 Anak secara simultan. Dengan ini mudah-mudahan dapat membuka peluang anak-anak kurang mampu untuk memperbaiki ekonomi keluarga," tutur Edi Busti. (mc/kmf)

 
Top