Faktual dan Berintegritas


PADANG -- Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, sangat berharap pada keluarga jemaah haji Debarkasi Padang, agar menunggu keluarganya yang pulang dari Tanah Suci di daerah masing-masing saja. Tdak perlu berbondong-bondong datang ke Asrama Haji Tabing Padang, agar bisa mempercepat kepulangan jemaah ke daerah masing-masing.

Keluarga jemaah haji tidak usah cemas, karena pelayanan yang diberikan petugas untuk jemaah haji tetap pelayanan yang nomor satu, ramah lansia dan disabilitas. Semua proses akan dipercepat, sehingga segera bisa saling melepas rindu.

"Jemaah haji kloter 01 semuanya asal Padang. Meski begitu, kami tetap berharap pengertian keluarga, agar tidak berbondong-bondong memenuhi Asrama Haji," katanya Rabu (3/6).

Ia mengatakan, kloter 01 beranggotakan 392 jemaah, dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 19.21 WIB nanti. Sedangkan perkiraan sampai di asrama haji pukul 21.45 WIB.

"Untuk proses pemulangan jemaah haji tahun ini, menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER," tuturnya.

Untuk mempercepat proses pemulangan ke rumah masing-masing, maka urusan paspor akan langsung dikumpulkan di atas bus sehingga jemaah tidak perlu lagi mengantre di terminal kedatangan. Ini dilakukan untuk mempercepat proses layanan dan memberikan kenyamanan kepada jemaah yang baru tiba dari perjalanan panjang.

"Kami baru bisa memulangkan jemaah haji pada keluarganya, setelah memastikan mereka dalam keadaan sehat. Jika ada yang membutuhkan perawatan, maka ambulans sudah disiapkan untuk jemaah, agar bisa dilakukan penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Oleh karenanya, setiba di asrama, seluruh jemaah akan diarahkan memasuki aula utama, melalui pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Balai Kekarantinaan Kesehatan dan X ray barang bawaan. Pemeriksaan juga dilakukan dengan menggunakan thermal scanner, untuk mendeteksi suhu tubuh serta memantau kondisi kesehatan jemaah setelah menjalani perjalanan dari Arab Saudi.

"Dari pengalaman pelayanan jemaah haji selama ini, batuk dan pilek sebagai konsekuensi penyesuaian iklim, akan banyak diderita oleh jemaah haji. Maka dari itu, baik petugas ataupun jemaah haji, akan diberi masker agar tak saling menularkan," ucapnya.

Ia berharap tidak ada di antara jemaah haji yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celsius. Jika ditemukan juga, maka akan dilakukan observasi lebih lanjut oleh petugas BKK.

Sebelum dipulangkan, jemaah haji juga akan menjalani prosesi serah terima jemaah dari petugas kloter kepada PPIH Debarkasi Padang. Selanjutnya, PPIH menyerahkan jemaah kepada pemerintah daerah masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal.

Semua identitas jemaah haji akan diberikan, terutama paspor yang sudah di cap pulang. Jika ada paspor yang belum dicap pulang, maka dicatatan perjalanan akan disebut masih di Tanah Suci. (hn)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top