PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat transformasi digital melalui peningkatan keamanan dan tata kelola website perangkat daerah. Upaya tersebut diwujudkan dengan migrasi 39 website perangkat daerah ke sistem baru yang terpusat, sekaligus disertai Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Serah Terima Website Perangkat Daerah di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (30/6).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumbar, Rudy Rinaldy, mengatakan website pemerintah tidak hanya sebatas media publikasi, melainkan wajah digital pemerintah yang mencerminkan keterbukaan informasi, profesionalisme aparatur, serta komitmen menghadirkan pelayanan informasi yang cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat.
"Website perangkat daerah merupakan wajah digital pemerintah. Informasi yang disajikan tidak lagi sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi menjadi strategi komunikasi untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat citra positif pemerintah daerah," ungkapnya.
Menurut Rudy, migrasi website dilakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keamanan sistem di tengah semakin masifnya ancaman siber, mulai dari penyusupan malware hingga penyalahgunaan website oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan sistem yang terpusat, pengelolaan website diharapkan menjadi lebih aman, efisien, dan mudah dikembangkan.
"Saat ini seluruh website perangkat daerah yang dibangun Diskominfotik, sebanyak 39 website, telah selesai dimigrasikan ke teknologi baru yang tersentralisasi. Selanjutnya, diperlukan sinergi seluruh perangkat daerah untuk melengkapi dan memperbarui data agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat, aktual, dan dapat dipercaya," lanjut Rudy.
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfotik Sumbar, Teddi Rafdianto, menyebut keberhasilan transformasi website pemerintah tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia dalam mengelolanya secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan kapasitas pengelola website menjadi bagian penting agar informasi publik dapat tersaji secara optimal.
"Website yang telah dimigrasikan perlu didukung dengan pengelolaan yang baik. Karena itu, melalui bimbingan teknis ini kami mendorong setiap perangkat daerah mampu mengoptimalkan website, baik dari sisi konten maupun tata kelola, sehingga informasi yang diterima masyarakat selalu akurat, aktual, dan dapat dipercaya," kata Teddi.
Bimbingan teknis tersebut diikuti pejabat dan operator pengelola website dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumbar. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan konten, tata kelola website, standar keamanan informasi, keterpaduan data, hingga keseragaman tampilan sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Melalui pembaruan teknologi yang didukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Pemprov Sumbar terus memperkuat ekosistem pemerintahan digital yang aman, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Website perangkat daerah diharapkan tidak hanya menjadi pusat informasi resmi pemerintah, tetapi juga mampu menghadirkan layanan informasi publik yang semakin cepat, transparan, dan terpercaya bagi masyarakat. (kmf)