PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyambut pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB) di Universitas Andalas sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus menjawab tantangan pembangunan infrastruktur modern di daerah yang memiliki karakter geografis kompleks seperti Sumbar.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri kegiatan HK Mengajar Inspiring Leaders, penandatanganan nota kesepahaman Tridarma Perguruan Tinggi, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Inovasi dan Bisnis, serta peresmian PUSTROIB di Convention Hall Universitas Andalas, Limau Manis, Jumat (5/6).
Menurut Mahyeldi, kehadiran pusat studi tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Sumbar yang didominasi kawasan pegunungan, lembah, dan wilayah rawan bencana, sehingga memerlukan pendekatan pembangunan yang didukung teknologi, inovasi, dan riset yang kuat.
“Pendirian PUSTROIB merupakan langkah yang sangat visioner. Sumatera Barat membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks di masa depan,” ujar Mahyeldi.
Ia menilai keberadaan PUSTROIB akan menjadi fondasi penting dalam mendukung berbagai proyek strategis nasional, terutama pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru yang saat ini tengah difokuskan pada ruas Sicincin–Bukittinggi.
Menurutnya, ruas tol tersebut akan melintasi kawasan dengan topografi ekstrem, hutan lindung, serta sejumlah titik yang membutuhkan teknologi konstruksi tingkat tinggi, termasuk pembangunan dua terowongan dengan total panjang sekitar 5,85 kilometer.
“Kami berharap Sumatera Barat tidak hanya menjadi lokasi pembangunan infrastruktur strategis nasional, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pembangunan Indonesia secara berkelanjutan,” katanya. (adp/sb)