PADANG -- Kodam XX Tuanku Imam Bonjol (TIB) telah melakukan penyelidikan secara internal maupun kolaborasi pasca kejadian peluru nyasar yang melukai dua orang di depan Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6). Saat ini kedua korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo Padang.
Kapendam Kolonel Kav Taufik mengatakan, Kodam XX/TIB langsung melakukan langkah cepat begitu menerima informasi adanya dua warga yang diduga terkena peluru nyasar di sekitar lokasi latihan menembak.
“Pangdam memerintahkan kami untuk mendalami peristiwa ini secara serius. Kami diminta mencari fakta dan data yang valid. Beri kami waktu untuk memastikan seluruh informasi,” kata Taufik saat konferensi pers di Makodam XX TIB, Rabu (3/6).
Menurut Taufik, hingga kini tim investigasi baru menemukan satu proyektil yang masih didalami keterkaitannya dengan insiden tersebut. Pihaknya juga masih mengumpulkan berbagai informasi terkait dugaan suara letusan yang disebut terdengar di sekitar lokasi kejadian.
“Kami masih mendalami apakah suara letusan yang dimaksud benar berasal dari proyektil yang ditemukan. Informasi sekecil apa pun sangat penting untuk membantu proses investigasi,” ujar Taufik.
Ia mengatakan, Kodam XX/TIB juga memutuskan menutup sementara lapangan tembak yang digunakan untuk latihan hingga evaluasi keamanan selesai dilakukan. Penutupan dilakukan untuk memastikan standar keselamatan benar-benar terpenuhi sebelum fasilitas itu kembali digunakan.
“Lapangan tembak untuk sementara tidak dipakai dulu. Akan dilakukan evaluasi menyeluruh terkait aspek safety. Kalau memang tidak memungkinkan digunakan lagi, tidak tertutup kemungkinan akan dicarikan lokasi lain,” katanya.
Taufik menjelaskan, latihan menembak yang berlangsung sebelumnya merupakan bagian dari program ujian kemampuan personel yang dipersiapkan mengikuti perlombaan.
Sementara itu, Danpomdam Kolonel CPM Laksono Puji Lisdyanto mengatakan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan sejak korban ditemukan hingga malam hari dan dilanjutkan keesokan harinya.
Menurutnya, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, mulai dari rekan korban, petugas keamanan UNP hingga personel yang mengikuti latihan menembak. “Total sementara ada sekitar 10 orang saksi yang sudah diperiksa. Namun hingga saat ini belum ada saksi yang secara langsung menyatakan mendengar suara tembakan seperti informasi yang berkembang,” ujarnya.
Pihaknya juga membuka kemungkinan menerima tambahan informasi dari masyarakat maupun media untuk membantu proses penyelidikan.
“Kami sangat membutuhkan keterangan tambahan, terutama jika ada yang mendengar atau melihat langsung adanya letusan senjata di lokasi,” katanya.
Danpomdam menambahkan, pihak Kodam telah melakukan koordinasi awal dengan Ditreskrimum Polda Sumbar untuk mendalami insiden tersebut. Menurutnya, penyelidikan masih membutuhkan bukti dan keterangan yang lebih kuat guna memastikan sumber proyektil dan kronologi pasti kejadian.
Hingga kini investigasi masih berlangsung dan Kodam XX/TIB memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik setelah hasil pendalaman diperoleh.
Konferensi pers dipimpin Kapendam Kodam XX/TIB Kolonel Kav Taufik didampingi Danpomdam Kolonel CPM Laksono Puji Lisdyanto, Waasintel Letkol Inf Ferihandra, Karumkit Letkol CKM Ichasan Fahmi serta Kapaldam Kolonel CPM Ramin. (dr)