PADANG -- Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat salurkan 1.500 paket School Kit dari Hongkong Red Cross untuk anak-anak pelajar yang terdampak bencana Banjir bandang dan tanah longsor di Agam, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar yang terjadi pada November lalu.
"Masing-masing daerah mendapatkan 500 paket School Kit," ucap Ketua Bidang PB dan Logistik PMI Provinsi Sumatera Barat, Hidayatul Irwan di lokasi distribusi pertama untuk penghuni Huntara Taratak Baru dan Limau Hantu Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
Kegiatan distribusi tersebut akan dilakukan hingga 4 Juni mendatang. "Kami sudah berbagi tugas untuk proses pendistribusiannya dan semoga dapat tersalurkan sesuai jadwal yang sudah direncanakan," Tambah Hidayat.
School Kit yang diberikan, lanjut Hidayat berisi tas sekolah, botol minuman, box makanan, alat tulis seperti pulpen, buku tulis, penggaris, penghapus dan kotak pensil. Diketahui satu paket School KIT tersebut bernilai Rp 517.000. "Jadi kalau ditotalkan semuanya Sumbar mendapat kurang lebih sebanyak Rp775.500.000," katanya.
Tidak hanya Sumbar, pada waktu yang sama bantuan School Kit juga disalurkan PMI kepada dua provinsi lain yakni Aceh dan Sumatera Utara.
Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar Dt. Bagindo Kayo mengucapkan terima kasih kepada Hongkong Red Cross atas bantuan yang diberikan. Ia berharap kepada PMI kabupaten yang menerima amanah dapat menyalurkan bantuan ini sesuai target perencanaan. "Agar bantuan diberikan kepada yang berhak dan tepat sasaran," Kata Aristo.
Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, sekaligus sebagai Ketua PMI Kabupaten Pesisir Selatan yang ikut dalam pendistribusian kali ini mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana alam. "Anak-anak semoga semakin semangat belajar dan melanjutkan pendidikan, meskipun kita masih berusaha pulih dari bencana yang melanda," tutur Risnaldi.
Pengurus dan Relawan PMI Kabupaten Pesisir Selatan ucap Risnaldi, akan mendukung dan siap melaksanakan tugas kemanusiaan ini. "Sebagaimana arahan dari PMI Provinsi, harus selesai 2 hari, akan kita realisasikan," tegasnya.
Kebahagiaan para penghuni Huntara Taratak Baru diungkapkan oleh Ernawilis (46) orang tua dari Husnul Fikri, salah satu penerima bantuan School KIT. Bantuan ini diakui Erna datang di saat yang tepat dimana proses belajar mengajar tahun ajaran baru akan dimulai. "Syukur alhamdulillah ini sudah mau masuk ajaran baru, jadi anak-anak sudah ada tas barunya," ujar Erna. (rls)