Faktual dan Berintegritas

 


SOLOK - Tim Penilai Peduli Wisata Award Tahun 2020 Provinsi Sumatera Barat dan Pjs Walikota Solok, Asben Hendri kaget. Acara penilaian kepariwisataan Kota Solok di aula Bappeda Kota Solok itu pun sempat terhenti beberapa saat.

Itulah peristiwa yang terjadi Jumat (2/10). Tiga  ninik mamak tiba-tiba saja masuk serta  mencak-mencak di hadapan pejabat dan tamu yang hadir. Apalagi, mereka menanyakan keberadaan walikota, padahal saat itu Pjs Walikota sedang ada di bagian depan.

Ternyata kedatangan mereka dengan suara lantang lantaran listrik di Sekretariat Kerapatan Adat Lubuk Sikarah, Nagari Solok  yang ditanggung Pemerintah Kota Solok tidak dibayar selama empat bulan. Akibatnya, aliran listrik diputus oleh  PLN Cabang Solok.

Ninik mamak yang masuk secara tiba-tiba adalah Abel Dt Gindo Tan Ameh Cs. Selain itu mereka juga menanyakan siapa panitia penyelenggara penilaian peduli Wisata Award tahun 2020 itu. Mereka heran lantaran pengurus Kerapatan Adat Lubuk Sikarah tidak diundang. Padahal mereka mengaku sebagai pengurus legal hasil Muskot Luar Biasa. Lebih dari itu, mereka minta Ketua LKAAM Kota Solok, H.M.Rusli Khatib Sulaiaman untuk ke luar dari acara itu.

Suasana prosesi penilaian keperiwisataan Kota Solok sempat terhenti beberapa menit. Namun setelah unsur Kodim 0309/Solok dan Kapolsekta Solok.AKP.H.Isburman berdiri dan mendekati ninik mamak tersebut, kemudian dibawa keluar aula. Abel Dt Gindo Tan Ameh Cs kemudian menyampaikan unek-unek. Isburman meminta, jika ada persoalan jangan dalam acara penilaian tentang kepariwisataan itu, dan agar dicari waktu untuk bertatap muka dengan Pjs Walikota Solok.

Di luar aula Bappeda, Abel Dt Gindo Tan Ameh Cs  mengatakan, mereka mencak-mencak lantaran  listrik diputus PLN Cabang Solok. Sudah tiga malam kantor itu kegelapan. Dengan kondisi itu, mereka khawatir ada pihak yang jahil. Padahal sekretariat itu dibangun dengan dana APBD miliar rupaih.

Pjs Wali Kota Solok, Asben Hendri menyikapi insiden yang membuat terhenti prosesi penilaian beberapa menit tersebut mengajukan permintaan maaf kepada tim penilai yang dipimpin Dr. Syafrizal dan juga  Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Novrial yang hadir. 

Kepada swapena.com, Pjs Wako Asben Hendri menyebutkan akan mempelajari apa yang disampaikan ninik mamak tersebut. "Saya kan baru seminggu di sini, maka saya pelajari dulu. Jika memang selama ini listrik dibayarkan Pemko, kenapa sekarang tidak," katanya. (Wn)

 
Top