PAYAKUMBUH - Kantor sekretariat PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota yang terletak di komplek Dinas Pertanian,  Jalan Ade Irmasuryani Payakumbuh dimasukkan tanah bebatuan oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu diketahui Kamis (29/10) saat seorang pengurus hendak masuk kantor.

Akibat peristiwa itu, kaca lemari pada salah satu ruangan pecah,  spanduk  merek sekretariat PWI yg digantung di bawah atap dicopot dan dirobek, tiang bendera di hilang, sejumlah bunga juga hilang. "Kejadiannya diketahui pertama kali oleh Nahar Sago " kata Ketua PWI Payakumbuh - Limapuluh Kota, Yusrizal sore ini.

Sementara itu, Nahar Sago menceritakan, Kamis pagi, 29 Okt 2020,  datang ke kantor atau sekretariat PWI Payakumbuh - Limapuluh Kota. Begitu sampai di halaman, ia melihat di ruangan bekas garase mobil yang dijadikan untuk tempat kegiatan PWI berantakan oleh timbunan sampah, tanah dan bebatuan. 


"Saya sungguh kaget dengan kejadian itu, dan setelah saya amati timbunan sampah tanah dan batu itu datang dari arah luar yang diduga dilemparkan ke dalam ruangan berakibat ada kaca lemari yang pecah. Kemudian saya temukan merek sekretariat sudah copot atau sobek dan tiang bendera pun hilang," kata dia.

Kemudian ia menanyakan kepada warga yang masih menempati rumah dinas di situ dan dengan orang di kedai di depan, sama sekali tidak ada yang tahu. "Kelihatannya sampah-sampah tersebut sengaja didatangkan dari luar areal ex kantor Pertanian, karena di situ tidak ditemukan tanda bekas orang membersihkan pekarangan. Hal ini kami saksikan dengan Bataruddin dan Kepala Sekolah SD 04 Armansyah," lanjut Nahar.

Peristiwa itu telah dilaporkan ke pengurus PWI Sumatera Barat. "Kita kaget dan prihatin. Kita pun minta kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diusut tuntas," kata Ketua PWI Sumbar, H. Heranof Firdaus. (sp)

 
Top