Faktual dan Berintegritas

 


PADANG, SWAPENA -- Harga minyak goreng kemasan maupun curah makin menggila saja, sehingga makin memberatkan pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dalam usaha gorengan. Kini mereka jadi serba salah, karena tingkat penjualan juga belum kembali normal.

Adapun ibu-ibu rumah tangga tidak terlalu ambil pusing dengan kenaikan harga migor, terutama mereka yang tidak terlalu sering menggoreng. Hanya ibu-ibu yang sering membuat sambal gorengan, sedikit belajar menyesuaikan diri dengan situasi.

"Benar-benar pusing saya dengan kenaikan harga migor yang betul-betul menggila. Naiknya bukan hitungan minggu, tapi hitungan hari. Herannya lagi, sudahlah mahal langka pula dipasaran," kata salah seorang pedagang gorengan di Kota Padang, Sumatera Barat, bernama Mia, Rabu (15/12).

Ia mengatakan, saat ini dia membeli minyak goreng kemasan isi satu liter paling murah Rp17.500. Jika kemasan dua liter, termurah tersedia Rp34.000. "Migor curah sama saja harganya, sekitar Rp17-18.000 per kilogram," tambahnya.

Sebelumnya harga minyak goreng masih menyentuh angka Rp10.000-11.000 per liter maupun per kilogram. 

Sementara Anton, salah seorang pedagang mengatakan, kelangkaan minyak goreng produksi lokal, sudah terjadi lebih satu minggu. Ia sendiri kini menjual migor kemasan luar Sumbar. "Sudah pasti harganya lebih mahal. Bahkan ada yang di atas Rp20.000 per liternya," ujarnya seraya berharap agar harga minyak goreng segera distabilkan. (hn)

 
Top