Faktual dan Berintegritas


PADANG, SWAPENA --  Manajemen PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat bersama PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Teluk Sirih, serta PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Padang temui Gubernur Mahyeldi, Senin (21/12) di Istana Gubernur, Jalan Sudirman, Padang. 

Hadir tim dari PLN di antaranya General Manager PLN UIW Sumbar Toni Wahyu Wibowo, Senior Manager Distribusi PLN UIW Sumbar Arif Pramudya, Manager UPK Teluk Sirih Feri Setiawan Effendi, Manager UPT Padang Taufiq Fahrudin, dan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang Jefri Husni. Mereka melaporkan kesiapan PLN menjaga suplai dan keandalan listrik pada momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) yang sudah dekat. 

Dalam laporannya,  PLN menyiapkan 1. 372 petugas siaga Nataru  pada 153 posko siaga di unit-unit PLN dan 61 lokasi prioritas untuk menjaga keandalan jaringan listrik. Para petugas tersebut siap menjaga keandalan listrik di daerah ini.

GM PLN UIW Sumbar, Toni Wahyu Wibowo mengatakan, PLN melayani kebutuhan kelistrikan untuk 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. PLN berupaya terus mempertahankan  pengupayaan layanan terbaik bagi 1,5 juta lebih pelanggan di 19 kabupaten dan kota tersebut. 

Toni menambahkan, aset distribusi PLN selama siaga Nataru adalah; jaringan tegangan menengah (JTM) 11.175 kms, jaringan tegangan rendah (JTR) 18.259  kms, dan 10.754 gardu distribusi. Saat ini pembangkit-pembangkit yang ada di Sumbar memiliki kapasitas 769,51 MW dengan beban puncak mencapai 644,40 MW. 

"Masih ada cadangan daya pembangkit sebesar kira-kira 125,11 MW atau surplus sebesar 16,26%. Kami akan kawal Nataru dengan kesiapan keandalan. Mohon kepercayaan dan dukungan dari pemerintahan Sumbar," katanya.

Dijelaskan Manager UPK Teluk Sirih Feri Setiawan Effendi, bahwa keandalan listrik di Sumatera Barat didukung pula dengan interkoneksi jaringan yang terbentang dari hulu hingga hilir Sumatera. ‘’Jadi kalaupun ada peningkatan pemakaian listrik selama Nataru, suplai energi listrik kami masih tetap cukup,’’ jelasnya.

Menjadi harapan bersama antara pemerintah dan PLN jika suplai yang besar dan keandalan yang baik tersebut dapat terjaga dengan keadaan cuaca dan kondisi alam yang stabil. ‘’Masing-masing unit PLN akan terus berkoordinasi antara pembangkitan, transmisi, dan distribusi untuk memastikan keamanan kelistrikan. Selebihnya semoga kendala alam dan cuaca yang mengganggu jaringan tidak dijumpai selama Siaga Nataru,’’ jelas Toni.

Di akhir pertemuan, Toni Wahyu Wibowo berikan buku berjudul “Pengembangan Sistem Kelistrikan Menuju Mentawai Terang” sebagai cinderamata. Buku ini merupakan rangkuman pergerakan kelistrikan di daerah 3T Kepulauan Mentawai dari tahun ke tahun, karya tim penulis dari PLN UIW Sumbar. (rel)

 
Top