PADANG - Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang terus berupaya mewujudkan diri sebagai Kampus Asean Entrepreneural University. Jalinan kerjasama dengan berbagai pihak terus digencarkan.

Tak hanya itu, kuliah umum dengan mendatangkan tokoh-tokoh hebat baik lokal maupun nasional juga rutin dilaksanakan. Semuanya guna mewujudkan cita-cita tersebut.

"Kami perkuat kerjasama, baik dengan pemerintah, swasta, lembaga bisnis, lembaga nirlaba dan perguruan tinggi baik di Indonesia maupun Internasional. Itu semua merupakan agenda utama yang akan dikerjakan secara berkelanjutan untuk kemajuan Unitas Padang," sebut Rektor Universitas Tamansiswa Padang, Sepris Yonaldi. SE, MM, Sabtu (29/2).

Hal ini disampaikannya,  usai  kuliah umum dengan tema Wujudkan Wirausahaan Muda Cerdas dan Berbudaya yang diberikan Ketua Gebu Minang Sumbar, H.  Boy Lestari Dt. Palindih dan Ketua PD Tarbiyah Perti Sumbar  Dr.Sufyarma Marsidin, M. Pd.

Kuliah umum itu diharapkan bisa memberi motivasi  pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa agar bisa menjadi wirausahawan. Diharapkan lulusan Unitas Padang memiliki skill dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan kerja.

“Sejalan dengan program kampus merdeka, Unitas Padang terus mengajarkan nilai-nilai sosial membentuk generasi yang penuh kreatifitas dalam berwira usaha dan menciptakan lapangan kerja sendiri. Ini sesuai dengan Visi Unitas Padang, Asean Entrepreneurial  University,” ungkapnya.

Lebih jauh Rektor mengatakan,  saat ini Universitas Tamansiswa Padang memiliki tiga fakultas dan 10 program studi. Unitas Padang juga memberikan kesempatan pendidikan khususnya bagi putra-putri Sumatera Barat dan di indosesia dengan banyak program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

“Tamansiswa melahirkan tujuan pendidikan memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa harus membedakan dari sisi agama, suku, budaya, adat, kebiasaan, etnis, status sosial, status ekonomi dan lainnya. Tamansiswa dengan Trisentra Pendidikannya. Trisentra, belajar itu dapat dilakukan di manapun.

'Ki' untuk Boy Lestari

Ketua  Gebu Minang Sumbar, H. Boy Lestari Dt Palindih dianugerahi helar kehormatan “Ki” oleh Unitas Padang, Sabtu (29/2). Ini bentuk penghargaan kepada H. Boy Lestari yang diangkat menjadi Dewan Penyantun Unitas Padang.

Pemberian Gelar “Ki” ditandai dengan pemasangan Pin oleh Ketua Yayasan Tamansiswa Ki. H. Irwandi Yusuf dan didampingi oleh Rektor Unitas Padang Ki. Sepris Yonaldi, SE, MM.  Gelar “Ki” adalah gelar kehormatan keluarga Tamansiswa.

Gelar “Ki”  sebutan untuk seorang lelaki pada umumnya diberikan kepada pendidik,  yang mengajarkan semangat kebersamaan, mengajarkan semangat berjuang,  untuk memperjuangkan nilai-nilai pembelajaran agar mampu dan giat  melakukan hal-hal baru, menanamkan nilai-nilai kecintaan kepada budaya  dan kebangsaan.

“Sesuai dengan semboyan Ki Hajar Dewantara Ing Madyo Magun Karso (Di tengah memberikan Semangat), Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan), Ing Ngarso Sung Tulodo (Di depan memberi Contoh), Ki H Boy Lestari Dt. Palindih dipercayakan telah  menjalankan semboyan tersebut,” terang  Ketua Yayasan Tamansiswa Ki. H. Irwandi Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Boy Lestari menceritakan perjalanan hidupnya hingga sukses berwirausaha. Tak hanya advertising, pemilik biro perjalanan, hotel dan banyak lainnya. Ia memulai menjadi wirausaha berangakat dari nol. Orangtuanya juga tidak pejabat, tidak pengusaha, hanya petani di kampung di salah satu daerah di Tarusan Kamang, Kabupaten Agam.

“Saya pernah menjual koran, menjual es lilin,  menjual kue berkelilng,  menjadi kenek,  menjadi tukang angkat barang, bahkan menjadi pencari kayu bakar di hutan, menerima upah ke sawah. Namun dengan semangat, dan keberanian serta atas izin Allah dan orangtua kini saya menikmati hasilnya,” jelas pria yang banyak balihonya tersebar diberbagaia daerah di Sumbar tersebut.

Sementara Prof.Dr.Sufyarma Marsidin, M. Pd memberikan kuliah umum tentang pendidikan kewiraushaan. Ia menyampaikan, wirausahaan adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk memulai usaha dalam berbagai kesempatan.

“Percaya diri,  berorentasi tugas dan hasil,  berani mengambil risiko,  kepemimpinan yang profesional, keorisinal kegiatan,  berorentasi kepada masa depan,  mengambil keputusan dengan perhitungan,  tidak menunda pekerjaan,  memikiki rasa tanggung jawab,” terangnya. (ml/rl)
 
Top