PADANG - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam BEM se-Sumatera Barat  melakukan aksi demo ke DPRD Sumbar, Rabu (4/3). Aksi mahasiswa itu untuk menolak rancangan undang-undang (RUU)  Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang sedang dibahas DPR-RI.

Para mahasiswa tersebut mendesak DPRD Sumbar untuk ikut mendukung penolakan terhadap Omnibus Law.  "Kami minta DPRD untuk ikut mendesak DPR-RI untuk membatalkan RUU Omnibus Law. DPRD harus ikut  memperjuangkan nasib masyarakat," ujar Koordinator Aksi, Ihsan.

Aksi demo tersebut dilakukan di luar pagar gedung DPRD Sumbar. Mereka sempat meminta izin untuk masuk, namun tidak diperbolehkan aparat kepolisian. Langkah itu dilakukan aparat agar tidak terjadi aksi berujung pengrusakan fasilitas DPRD sebagaimana kejadian tahun lalu.

Selain itu, mahasiswa juga sempat memprotes ketidakhadiran unsur pimpinan DPRD untuk menerima aspirasi mereka. Walaupun mereka diterima oleh salah satu anggota Komisi I DPRD Sumbar, Bakri Bakar dan Sekretaris DPRD Sumbar, namun para pendemo tetap menyampaikan kekecewaan mereka. Para anggota DPRD masih berada di luar kota untuk agenda yang telah dijadwalkan.

Koordinator demo, Ihsan mengatakan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dinilai akan menyengsarakan para pekerja. Ada pasal-pasal yang dinilai tidak berpihak pada pekerja. Sehingga RUU tersebut harus ditolak dan dibatalkan pembahasannya sehingga tidak menjadi UU yang sah. (t)
 
Top