Konferensi pers DVI. foto: dok. wartakota.tribunnews.com

JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus melakukan identifikasi terhadap jenazah korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Hingga Selasa  sore tadi, ada 3 jenazah lagi yang teridentifikasi. Dengan demikian, hingga malam ini sudah 4 jenazah yang berhasil diidentifikasi.

Dari 3 jenazah yang berhasil diidentifikasi hari ini, 2 di antaranya adalah jenazah urang awak yang ikut menjadi korban kecelakaan Sriwijaya Air Sj-182 rute Jakarta-Pontianak tersebut. Keduanya adalah jenazah Fadly Satrianto dan Ashabul Yamin.

Sebagaimana dikutip Vivanews, proses identifikasi dilakukan berbekal data antemortem sebanyak 111 sampel yang sudah didapatkan dari keluarga korban. "Pada hari ini juga tim melaksanakan rekonsiliasi dan dapat mengidentifikasi tiga orang korban atas nama Fadly Satrianto, kedua atas nama Khasanah, ketiga atas nama Ashabul Yamin. Ini hasil rekonsiliasi dari tim terdapat tiga korban teridentifikasi," ujar Kepala Biro Penmas RS Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono dalam konferensi pers, Selasa (12/1).

Ketiga jenazah yang berhasil diidentifikasi itu dengan nomor kantong jenazah PMJSJ 0040 milik Khasanah, PMJSJ 0020 milik Fadly Satrianto. Sedangkan jenazah milik Ashabul Yamin diidentifikasi dari dua kantong berbeda, yakni nomor 0072 dan 0029. "Ashabul Yamin teridentifikasi dari kantong mayat dengan nomor 0072 dan 0029. Ternyata dua kantong ini ada dua bagian tubuh yang sebetulnya adalah satu tubuh," kata Hudi. 

Sementara itu, Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Hudi Suryanto mengatakan mengingat kondisi psikologis dari keluarga korban, foto dari proses identifikasi tidak ditampilkan untuk publik.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, di dalam pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 tujuan Jakarta-Pontianak yang mengalami kecelakaan di sekitar Kepulauan Seribu tersebut terdapat sejumlah urang awak. Mereka adalah Pilot Kapten Afwan dari Tanah Datar, Fadly Satrianto (kopilot) dari Pesisir Selatan, Ashabul Yamin dari Tanah Datar, Faisal Rahman dari Tanah Datar dan Angga Fernanda Afriyon dari Kota Padang. (*/vn)

 
Top