Jasman Rizal 

PADANG, Swapena -- Memasuki minggu kedua Januari 2021, Kota Padang kembali ke Zona Oranye. Sebelumnya di minggu pertama Padang mengalami kenaikan status dari oranye ke Zona Kuning.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, Jasman Rizal, Minggu (10/1) mengatakan, memasuki minggu ke- 44 pandemi Covid-19 di Sumatera Barat, pada periode 10 Januari 2021 - 16 Januari 2021, ada 11 kabupaten/Kota berada pada Zona Oranye. Sedangkan yang berada di Zona Kuning 8 kabupaten/kota.

Ke 11 daerah kabupaten/kota Zona Oranye atau risiko sedang dengan skor 1,81-2,40 adalah:

1. Kota Padang (skor 2,37)

2. Kota Bukittinggi (skor 2,31)

3. Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,31)

4. Kabupaten Sijunjung (skor 2,29)

5. Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,27)

6. Kabupaten Agam (skor 2,26)

7. Kabupaten Limapuluh Kota (skor 2,18)

8. Kabupaten Solok (skor 2,17)

9. Kota Sawahlunto (skor 2,16)

10. Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,15)

11. Kota Padang Panjang (skor 2,13)

Sedangkan 8 daerah yang berada pada Zona Kuning atau risiko rendah dengan skor 2,41 - 3,0 adalah:

1. Kabupaten Dharmasraya (skor 2,64)

2. Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,63)

3. Kota Pariaman (skor 2,59)

4. Kota Payokumbuah (skor 2,57)

5. Kabupaten Solok Selatan (skor 2,51)

6. Kabupaten Tanah Data (skor 2,48)

7. Kabupaten Pasaman (skor 2,45)

8. Kota Solok (skor 2,45).

Dengan pembagian demikian, maka Hingga hari ini di Sumbar Tidak ada daerah dengan status Zona Hijau dan Zona Merah. 

Berdasarkan skor tersebut, pada minggu ke 44 pandemi Covid-19 di Sumbar, Kabupaten Dharmasraya memiliki skor terbaik. Dharmasraya sebelumnya berada dalam zona oranye dan sekarang berada pada posisi zona kuning. "Kita berharap dengan pemberlakuan Perda No. 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar, akan semakin mempercepat memutus mata rantai Covid-19. Kabupaten Kepulauan Mentawai masih mempertahankan sebagai satu-satunya di Sumatera Barat yang belum ada kasus kematian di daerahnya," tutup Jasman.(sp)

 
Top