PADANG, Swapena  - Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang terjadi di Kepulauan Seribu juga menjadi duka mendalam bagi Sumatera Barat. Sebab, berdasarkan manifes penumpang, di dalam pesawat rute Jakarta-Pontianak juga terdapat lima urang awak.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan ucapan belasungkawa atas tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tersebut. “Laporan yang kita terima dari Kepala Biro Pembangunan, Kerjasama dan Rantau Setda Provinsi Sumbar sdr. Luhur Budianda, terdapat lima orang warga kita yang berasal dari Sumatera Barat di atas pesawat tersebut, yaitu: 1. Capt. Afwan (Pilot) dari Tn. Datar, 2. Fadly Satrianto (Co Pilot) dari Pesisir Selatan, 3. Asy Habul Yamin (Manifes  40) dari Tanah Datar, 4. Faisal Rahman (Manifes 41) dari Tanah Datar dan 5. Angga Fernanda Afriyon (Manifes 3) dari Kota Padang. Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya ucapkan turut berduka cita, prihatin atas kejadian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air,” kata Irwan Prayitno, di Kediamannya di Padang, Minggu (10/1). 

Terkait itu, gubernur mengajak masyarakat Sumbar mendoakan para korban segera ditemukan. "Saya mengajak seluruh warga Sumatera Barat menundukkan kepala, mendoakan yang terbaik untuk semua korban dan semoga ada keajaiban dari Allah SWT kepada mereka. Duka keluarga korban, adalah duka kita semua, kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan atas musibah ini,” ucapnya.

Gubernur Irwan mengungkapkan akan berupaya membantu proses evakuasi atau lainnya sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya. Dia berharap proses evakuasi dan penyelamatan yang sedang berlangsung bisa berjalan cepat dan lancar. 

“Kita selalu memantau semua perkembangannya dan hari ini tim SAR gabungan masih berjibaku melaksanakan proses pencarian dan evakuasi, InsyaAllah warga Sumbar kita fasilitasi,” ungkapnya.

Sebagai diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki. (kmf)


 
Top