Faktual dan Berintegritas


JAKARTA, SWAPENA -- Menanggapi arahan Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) tentang pengembangan potensi keuangan syariah yang sangat besar di Indonesia, maka Sumatera Barat terus berkomitmen menjaring dukungan seluruh unsur masyarakat untuk mengimplementasikan ekonomi syariah di Ranah Minang.

Sosialisasi dalam setiap kesempatan hingga media massa terus dilakukan. Himbauan secara khusus ditujukan kepada masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) baik yang ada diranah maupun di rantau.

"Pada masyarakat Sumbar, baik yang di ranah dan rantau kami harapkan dukungannya, partisipasi, sinergi dan kolaborasi untuk implementasi keuangan syariah terutama konversi Bank Nagari Syariah. Mudah-mudahan Sumbar dengan falsafah ABS-SBK dan pilot project ekonomi syariah di tanah air bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia," ujar Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi, kepada MMC Sumbar saat ditemui usai talkshow di Studio 8, Lantai 10 iNews Tower, Jakarta, Senin (29/11).

Hadir sebagai narasumber di salah satu program talkshow di iNews, selama hampir satu jam gubernur memaparkan peluang, strategi serta kendala implementasi ekonomi syariah di Sumbar. Menurutnya, dengan jumlah mayoritas muslim yang terbesar di dunia, pengembangan ekonomi syariah si Indonesia sudah menjadi keniscayaan. Begitu pula Sumatera Barat, dengan penduduk 95 persen muslim yang memiliki kearifan lokal ABS-SBK, sudah seharusnya mendukung penuh program nasional tersebut.

"Potensi dan peluangnya sangat besar tapi kendala juga pasti ada, yaitu belum meratanya pemahaman masyarakat tentang implementasi syariah. Untuk itulah perlu terus sosialisasi termasuk melalui talkshow seperti ini," jelas Buya Mahyeldi.

Harapannya melalui sosialisasi melalui berbagai kegiatan dan media yang terus dilakukan, akan memperkaya literasi dan wawasan masyarakat yang sebenarnya sudah memiliki dasar falsafah ABS-SBK. Sehingga ketika diajak dalam perekonomian syariah, mayoritas masyarakat Minang langsung menyambut baik. 

Lebih lanjut gubernur juga menyampaikan beberapa langkah-langkah untuk implementasi ekonomi syariah yang telah dimulai sejak 2010. Mulai dari adanya koperasi syariah, Baiyul Mal watamwil (BMT), lalu terus berkembang dengan tumbuhnya BPR syariah hingga sekarang sampai pada tahap konversi bank pembangunan daerah menjadi bank syariah. 

Gubernur juga memberikan jaminan bahwa sistem ekonomi syariah juga ramah investor. Bahkan banyak negara di Eropa saat ini, menurut gubernur sudah mulai menerapkan sistem ekonomi syariah, seperti Inggris, Perancis dan Jerman. 

"Ekonomi syariah itu ramah investor. Kita sudah jalin komunikasi dengan dubes beberapa negara. Apalagi Sumbar berada di posisi pantai barat Pulau Sumatra, dekat dengan Timur Tengah dan Afrika. kita siapkan proyek-proyek yang bisa dikerjasamakan, khususnya pertanian dan perdagangan. Tidak lupa saat ini kita juga tengah membangun sinergitas dengan propinsi-propinsi tetangga," terang Mahyeldi. (kmf)

 
Top