JAKARTA - Badan Pusat Statisik (BPS) mencatat angka kemiskinan pada September 2019 sebesar 9,22 persen. Angka ini menurun 0,19 persen dibanding periode Maret 2019 lalu.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan angka kemiskinan terbesar berdasarkan pulau berada di wilayah Maluku dan Papua yaitu 20,39 persen.

"Sementara itu yang terendah berada di Pulau Kalimantan yaitu 5,81 persen," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu (15/1).

Dia menyebutkan dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa yakni 12,56 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan 0,96 juta orang.

Di pulau Jawa komposisi jumlah penduduk miskin terdiri dari penduduk perkotaan 6,33 juta dan perdesaan 6,21 juta. Selanjutnya di Sumatera jumlah penduduk miskin tercatat 5,77 juta dengan komposisi perkotaan 2,06 juta dan perdesaan 3,7 juta.

Sementara itu untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara 1,99 juta dengan komposisi perdesaan 1,42 juta dan perkotaan 565,7 ribu. Seterusnya di Sulawesi tercatat 1,98 juta dengan komposisi 1,55 juta di perdesaan dan 432,4 ribu di perkotaan.

Maluku dan Papua jumlah penduduk miskin tercatat 1,51 juta dengan komposisi 1,38 juta di perdesaan dan 129,7 ribu di perkotaan.

Kemudian di Kalimantan jumlah penduduk miskin tercatat 961,5 ribu orang dengan komposisi penduduk miskin di perdesaan 632,15 ribu dan di perkotaan 329,3 ribu. Demikian detikFinance. (*)
 
Top