Faktual dan Berintegritas

Pisang kapik baluo.  

SUMATERA  Barat tidak saja kaya dengan panorama alam yang menawan,  tapi juga kuliner. Karenanya, wisatawan yang datang ke daerah rata-rata tidak cukup hanya sekali.

Siapapun yang datang ke berbagai destinasi wisata, bisa memanjakan selera dengan aneka makanan. Mulai dari makanan ringan sampai makanan berat, banyak dijual orang. Ada yang menjualnya di restoran, lapau hingga kaki lima. Dari makanan ala Eropa, Jepang, China apalagi makanan tradisional, ada.

Salah satu kuliner tradisional yang dijual di daerah ini adalah pisang kapik. Namanya sedikit unik, tapi memang karena cara membuatnya dikapik (dijepit), maka dinamakan pisang kapik.

Pada dasarnya pisang kapik ini hanyalah pisang bakar, namun setelah matang dijepit dengan alat tertentu maka bentuknya menjadi penyet. Pisang bakar yang sudah penyet itu kemudian ditaburi kelapa parut, lalu disantap. Enak!

Selain ditaburi kelapa yang sudah diparut, ada pula yang ditaburi dengan luo, yakni parutan kelapa yang dimasak dengan gula tebu atau gula aren. Lebih enak, tentunya.

Lebih dari itu, ada pula pedagang yang menaburi pisang kapik dengan butiran cokelat campur keju dan lain-lain. Tentu saja ini jauh lebih enak.

Pisang kapik termasuk jajanan langka di Sumbar. Hanya di beberapa kawasan saja ada orang menjualnya. Salah satu di antaranya di Bukittinggi. (espe)
 
Top